Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Olahraga dan Kesehatan

Ketahui Cara Kerja Nutrisi Membantu Sistem Imun dan Melawan Virus

Klikhijau.com – Sistem imun tubuh harus diperkuat agar tidak mudah terserang penyakit di musim pandemik Covid-19. Makanan yang sehat bergizi dan bila perlu menambah suplemen makanan tentu baik untuk m...

Oleh Anis Kurniawan 06 Apr 2020 11:38 4 menit baca
Klikhijau.com – Sistem imun tubuh harus diperkuat agar tidak mudah terserang penyakit di musim pandemik Covid-19. Makanan yang sehat bergizi dan bila perlu menambah suplemen makanan tentu baik untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit. Jika tertular COVID-19, sistem imun kita harus bisa melawannya. Penelitian menunjukkan bahwa meningkatkan nutrisi dapat membantu mendukung kinerja daya tahan tubuh lebih maksimal. Mikronutrisi, seperti vitamin A, B, C, D, dan E, dan mineral zat besi, selenium, dan seng (zinc), sangat penting melawan infeksi virus. Dilansir TheConservation, berikut penjelasan tentang bagaimana nutrisi tersebut mensupport sistem imun kita dan makanan apa saja yang dapat kita konsumsui untuk mendapatkannya. [irp]
  1. Vitamin A
Vitamin A menjaga struktur sel pada kulit, saluran pernapasan, juga usus. Vitamin ini membentuk sebuah penghalang dan menjadi garis pertahanan pertama tubuh Anda. Jika melawan sebuah infeksi dianalogikan sebagai permainan sepak bola, maka vitamin A menjadi pemain garis depan Anda. Kita juga membutuhkan vitamin A untuk membantu membentuk antibodi yang berperan dalam melenyapkan pengaruh patogen penyebab infeksi. Ini seperti menugaskan lebih banyak anggota tim Anda untuk menargetkan pemain lawan yang sedang memiliki bola dan mencegahnya untuk mencetak gol. Vitamin A ditemukan dalam ikan berminyak, kuning telur, keju, tahu, kacang-kacangan, biji-bijian, gandum, dan polong-polongan. Lebih jauh lagi, sayuran mengandung beta-karoten, yang dapat dikonversi tubuh Anda menjadi vitamin A. Beta-karoten ditemukan dalam sayuran hijau dan sayuran berwarna kuning dan jingga seperti labu dan wortel. [irp]
  1. Vitamin B
Vitamin B, khususnya B6, B9, dan 12, berkontribusi pada respons pertama tubuh Anda setelah mendeteksi adanya suatu patogen pada tubuh Anda. Mereka melakukan ini dengan mempengaruhi produksi dan aktivitas sel “pembunuh alami”. Sel pembunuh alami bekerja dengan menyebabkan sel yang terinfeksi “meledak”, suatu proses yang disebut opoptosis. Pada pertandingan sepak bola, peran ini layaknya seorang penjaga keamanan yang mencegat penonton yang berusaha lari masuk ke dalam lapangan dan menganggu permainan. B6 ditemukan dalam sereal, polong-polongan, sayuran berdaun hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, ikan, ayam, dan daging. B9 (folat) banyak ditemukan pada sayur berdaun hijau, polong-polongan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan dapat ditambahkan pula pada tepung pembuat roti yang beredar di pasaran. B12 (cyanocobalamin) ditemukan pada produk hewani termasuk telur, daging, dan susu, dan juga pada susu kedelai yang telah diperkaya kandungannya. Anda dapat mengeceknya dengan melihat informasi nutrisi yang tertera pada bungkusnya. [irp]
  1. Vitamin C dan E
Ketika melawan infeksi, tubuh akan mengalami apa yang disebut dengan stres oksidatif. Stres oksidatif menyebabkan produksi radikal bebas yang dapat menembus dinding sel, menyebabkan isinya bocor, dan masuk ke jaringan hingga memperburuk peradangan. Vitamin Cdan Vitamin E membantu melindungi sel dari stres oksidatif. Vitamic C juga membantu membersihkan kekacauan pada sel dengan memproduksi sel-sel khusus untuk meningkatkan respons imun, termasuk neutrop, limfosit, dan fagosit. Jadi peran vitamin C di sini adalah sedikit mirip pembersihan lapangan sepak bola setelah pertandingan. Sumber vitamin C yang baik ada pada jeruk, lemon, limau, beri, buah kiwi, brokoli, tomat, dan merica (capsicum). Vitamin E ditemukan dalam kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, dan minyak sayur. [irp]
  1. Vitamin D
Beberapa sel imun membutuhkan Vitamin D untuk membantu menghancurkan patogen yang menyebabkan infeksi. Meskipun paparan sinar matahari memungkinkan tubuh kita memproduksi vitamin D, sumber makanan termasuk telur dan ikan, juga beberapa merek susu dan margarin yang telah diperkaya juga dapat menjadi sumber vitamin D. Namun, kebanyakan orang hanya perlu  berjemur beberapa menit di luar rumah agar tubuh mereka dapat memproduksi vitamin D. Orang dengan kekurangan vitamin D mungkin membutuhkan suplemen tersendiri. Suplemen vitamin D dapat membantu melindungi tubuh Anda terhadap infeksi pernapasan akut, terutama bagi orang-orang yang sudah dalam keadaan kekurangan vitamin D. [irp]
  1. Zat besi, seng, dan selenium
Di antara fungsi-fungsi lainnya, kita membutuhkan zat besi, seng, dan selenium untuk pertumbuhan sel kekebalan tubuh. Zat besi membantu meningkatkan jumlah radikal bebas yang dapat menghancurkan patogen. Ia juga mengatur reaksi enzim yang penting bagi sel kekebalan tubuh untuk mengenali dan menargetkan patogen. Makanan biji-bijian utuh mengandung berbagai nutrisi penting. Shutterstock Seng membantu menjaga keutuhan kulit dan selaput lendir. Seng dan selenium juga bertindak sebagai antioksidan, membantu membersihkan beberapa kerusakan yang disebabkan oleh stres oksidatif. Zat besi mudah ditemukan dalam daging, ayam, dan ikan. Sumber-sumber nabati dapat ditemukan pada kacang polong, biji-bijian utuh, dan sereal sarapan yang diperkaya oleh zat besi. Seng ditemukan dalam tiram dan makanan laut lainnya, daging, ayam, kacang kering, dan kacang-kacagan. Kacang-kacangan (terutama kacang Brasil), daging, sereal, dan jamur adalah sumber selenium yang baik. [irp]
Topik terkait
#nutrisi #sistem imun #covid-19 segera berakhir