Ketahanan Pangan dan Pertanian Terancam di Tangan Panas dan Kekeringan
Klikhijau.com – Ancaman ketahanan pangan dan dunia pertanian semakin beragam. Parahnya setiap ancaman itu akan membawa pada satu hal, penderitaan. Jika pangan tak terpenuhi, sudah otomatis akan men...
Klikhijau.com – Ancaman ketahanan pangan dan dunia pertanian semakin beragam. Parahnya setiap ancaman itu akan membawa pada satu hal, penderitaan.
Jika pangan tak terpenuhi, sudah otomatis akan menjadi masalah bagi umat manusia. Begitu pun dengan pertanian, apalabila bermasalah, maka akan kacau juga kehidupan manusia.
Karena itu, tim ilmuwan internasional menyarankan bahwa sangat penting untuk memahami respons biokimia, ekologi dan fisiologis tanaman terhadap tekanan panas dan kekeringan untuk solusi dan manajemen yang lebih praktis.
Para ilmuwan menyatakan bahwa respons tanaman terhadap tantangan ini dapat dibagi menjadi tiga kategori, yakni Fonologis, Fisiologis, Biokimia.
[irp]
Dr Aqarab Husnain Gondal, seorang peneliti dari University of Agriculture Faisalabad, Pakistan, berpendapat bahwa karena kerusakan fisik, gangguan biologis dan kelainan biokimia, pasokan air yang kurang optimal dan suhu yang tidak biasa berdampak negatif terhadap perkembangan dan hasil tanaman.
Dr Gondal mengatakan pula bahwa aspek khas dari fenomena ini adalah membandingkan perilaku dasar dengan tekanan abiotik.
Para ilmuwan, mengacu pada studi yang meneliti data dari penelitian yang diterbitkan antara tahun 1980 dan 2015, menyatakan bahwa kekeringan telah mengurangi hasil gandum dan jagung hingga 40% di seluruh dunia.