Kenalkan Air Mata Pengantin, Si Pengendali Hama dan Predator
Klikhijau.com – Air mata pengantin. Namaku cukup unik, bukan? Nama yang unik itu menjadi salah satu daya tarik yang kumiliki. Selain namaku yang unik, daya tarik lain yang kumiliki adalah, aku memi...
Klikhijau.com – Air mata pengantin. Namaku cukup unik, bukan? Nama yang unik itu menjadi salah satu daya tarik yang kumiliki.
Selain namaku yang unik, daya tarik lain yang kumiliki adalah, aku memiliki bunga yang indah. ada dua jenis bunga yang kumiliki, merah dan putih. Jika disatukan, bisa menjadi warna bendera Indonesia, merah putih.
Air mata pengantin, aku menyukai nama pemberian itu. Aku memiliki nama latin yang sebenarnya tak kalah indahnya, Antigonon leptopusi. Tapi, jika disuruh memilih, aku lebih suka dipanggil apa? akan kujawab, air mata pengantin.
Aku tumbuh dengan cara merambat atau liana. Saat masa kolonial Belanda, aku diperlakukan istimewa, dijadikan penghias taman dan pekarangan karena keindahan bungaku.
[irp]
Namun, meski begitu aku bisa menjelma menjadi gulma jika tak dikendalikan, sebab aku dapat tumbuh dengan cepat—merambati apa saja.
Aku adalah tanaman dari famili Polygonaceae, dalam bahasa Inggris aku dinamai coral vine, coralina, dan bellisima grande.
Selain keunikan nama dan keindahan bungaku, hal lain yang menjadi daya tarik dan aku banggakan adalah kebermanfaatanku bagi sesama makhluk hidup.
Iya, aku memiliki beragam manfaat, di antaranya peneduh, tanaman hias, sebagai penjaga keseimbangan antara hama dan predator. Iya, aku mampu mengendalikan hama dan predator, sehingga kamu tak perlu lagi menggunakan bahan kimia atau pestisida untuk mengusir hama.
[irp]
Selain itu, aku juga memiliki daya pikat untuk mengundang serangga penyerbuk seperti lebah, kupu-kupu, lebah, kumbang, dan semut untuk membantu proses penyerbukan, khususnya kelapa sawit.
Aku juga dapat digunakan sebagai obat herbal yang bermanfaat bagi kesehatan, di antaranya sebagai obat untuk menjaga fungsi hati dan diabetes.