Kementan Inisiasi Kampung Buah Naga yang Ramah Lingkungan

Klikhijau.com – Buah naga, sepintas terdengar seram. Padahal, buah berwarna ungu ini sangat populer dengan kelezatannya. Selain enak, buah naga juga kaya akan manfaat. Buah naga merupakan salah sat...

Kementan Inisiasi Kampung Buah Naga yang Ramah Lingkungan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Buah naga, sepintas terdengar seram. Padahal, buah berwarna ungu ini sangat populer dengan kelezatannya. Selain enak, buah naga juga kaya akan manfaat.

Buah naga merupakan salah satu komoditas hortikultura yang saat ini cukup diminati baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun untuk ekspor.

Buah eksotis ini termasuk ke dalam kategori glowing food, yaitu buah dan sayur beraneka warna yang direkomendasikan untuk banyak dikonsumsi selama pandemi Covid-19 karena memiliki kandungan vitamin yang baik untuk menjaga imunitas tubuh.

Untuk memenuhi permintaan buah naga dan komoditas hortikultura lainnya, Direktorat Jenderal Hortikultura menentukan arah kebijakan pembangunan hortikultura adalah meningkatkan daya saing, salah satunya dengan mengembangkan kawasan Kampung Hortikultura.

Kampung Hortikultura ini merupakan program prioritas yang diharapkan dapat menjadi solusi peningkatan produksi dan pemenuhan pangan, sekaligus juga menjadi legacy Direktorat Jenderal Hortikultura untuk pertanian Indonesia, sesuai dengan arahan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Tujuan dikembangkannya kawasan Kampung Hortikultura adalah agar Indonesia memiliki daerah terkonsentrasi yang menjadi sumber budidaya hortikultura, sehingga mampu menghasilkan produk segar dan olahan berdaya saing serta memudahkan akses pemasarannya.

“Kampung Hortikultura ini bertujuan agar kita memiliki daerah yang menjadi sumber budidaya hortikultura yang terkonsentrasi. Kenapa perlu terkonsentrasi? Yakni untuk memudahkan akses pasarnya,” papar Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto dalam bimbingan teknis (bimtek) bertajuk Model Pengembangan Kampung Buah Naga Organik secara daring, Rabu (7/7).

Pengembangan kampung buah yang ramah lingkungan

Direktur Buah dan Florikultura Liferdi Lukman memaparkan, untuk mengembangkan sebuah desa menjadi kawasan Kampung Buah Naga dan Kampung Buah lainnya diperlukan 4 (empat) syarat utama.

Pertama, kesesuaian agroekosistem terhadap komoditas yang dikembangkan; kedua, semangat dan dukungan dari masyarakat setempat; ketiga, komitmen pemerintah daerah untuk pendampingan dan pengawalan; dan keempat, terbangun dalam satu kesatuan administrasi desa.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2