Kebun Raya, Tumpuan Indonesia Hadapi Perekonomian Bioindustri

Klikhijau.com – Bioindustri diperkirakan akan jadi kiblat perekonomian masa depan.  Bioindustri merupakan  aplikasi bioteknologi dalam bidang industri. Kehadiran bioindustri akan  menjelaskan prins...

Kebun Raya, Tumpuan Indonesia Hadapi Perekonomian Bioindustri
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Menurut  R. Hendrian, Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, kebun raya mempunyai koleksi tumbuhan hidup terbesar di Indonesia dengan jumlah koleksi 104.761 spesimen, dari jumlah tersebut 152 tumbuhan masuk dalam kategori terancam punah atau threatened species.

“Kebun Raya hanya memiliki 22,06 persen jenis tumbuhan yang terancam punah dari total seluruh threatened species di seluruh Indonesia.”

Peran konservasi ex-situ di kebun raya menjadi sangat penting untuk  melakukan langkah-langkah penyelamatan sehingga akan menekan jumlah yang terancam punah.

“Diharapkan ke depan kebun raya juga dapat menjadi salah satu inovasi untuk pengembangan botani secara ex-situ dengan tidak mengesampingkan konservasi secara in-situ,” terang Hendrian.

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 93 tahun 2011, lembaga yang diamanatkan sebagai  pembina dan pengawas teknis pembangunan Kebun Raya di Indonesia adalah LIPI.

LIPI merupakan singkatan dari  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Berdasarkan peraturan presiden itu, LIPI  berperan aktif dalam pengelolaan dan pembangunan 39 Kebun Raya di 22 provinsi yang mencakup 5 Kebun Raya.

Kebun raya yang langsung dikelola oleh LIPI, yakni Kebun Raya Bogor, Cibodas, Purwodadi, Bali, dan Cibinong Science Center-Botanical Garden.

Sementara 32 kebun raya yang dikelola pemerintah daerah, dan 2 Kebun Raya yang dikelola perguruan tinggi.

5 pilar kebun raya

Fungsi penting kebun raya adalah tempat penelitian dan pendidikan botani seperti inventarisasi, eksplorasi tumbuh-tumbuhan yang mempunyai nilai ilmu pengetahuan dan ekonomi, langka dan endemik, dll.

Untuk menjalankan fungsinya tersebut, maka kebun raya memiliki 5 pilar, yaitu:



  • Konservasi



Melestarikan keanekaragaman jenis tumbuhan secara ex situ (konservasi di luar habitat asli) sebagai koleksi rujukan yang bernilai ilmiah tinggi pengembangan potensi guna pemanfaatan secara berkelanjutan.  Jadi back up penting bagi upaya pemulihan jenis-jenis tumbuhan terancam kepunahan serta pemulihan lahan-lahan terdegradasi.



  • Edukasi



Menyajikan informasi yang jelas bagi pengunjung untuk meningkatkan pengetahuan di bidang botani, konservasi, lingkungan dan pemanfaatan tanaman; serta untuk merangsang tumbuh-kembangnya kesadaran, kepedulian, tanggung jawab dan komitmen masyarakat terhadap pelestarian tumbuhan.


  • Penelitian



Melaksanakan dan memfasilitasi berbagai kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang konservasi, domestikasi dan reintroduksi tumbuhan serta botani ekonomi.


  • Wisata alam



Menciptakan wisata alam yang memiliki muatan ilmu pengetahuan, sekaligus juga menyegarkan dan inspiratif untuk mendukung kehidupan sosial kemasyarakatan yang lebih baik.


  • Jasa lingkungan



Memberikan dampak ekologis bagi peningkatan kualitas lingkungan yang meliputi tata air, keanekaragaman hayati, penyerapan karbon dan keindahan lanskap.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2