Kaum Muda Lintas Iman Kota Bandung Perkuat Kapasitas Jurnalisme, Suarakan Keadilan Iklim

Klikhijau.com โ€“ Eco Bhinneka Muhammadiyah bekerja sama dengan BandungBergerak menyelenggarakan Workshop Jurnalisme Pemuda Lintas Iman tentang Keadilan Iklim sebagai bagian dari rangkaian program SMILE...

Kaum Muda Lintas Iman Kota Bandung Perkuat Kapasitas Jurnalisme, Suarakan Keadilan Iklim
Bacakan Artikel

[irp]

Parid menambahkan bahwa kampanye lingkungan bisa dilakukan lewat tulisan dan pendekatan lintas iman. โ€œIsu agama bisa dikaitkan dengan lingkungan dan itu menarik jika kita mau membangun narasi lintas iman. Perubahan bisa dimulai dari paradigma dan perilaku, lalu meluas menjadi gerakan besar,โ€ jelasnya. โ€œKita butuh konsolidasi strategis dalam advokasi kebijakan, terutama untuk mengkritisi eksploitasi sumber daya alam dan merampas ruang hidup masyarakat.โ€

Hening Parlan, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya berbasis data, tapi juga spiritualitas lintas iman yang menjadi kekuatan utama dalam advokasi lingkungan. โ€œKita menggunakan nilai-nilai keagamaan sebagai spirit gerakan. Rumah ibadah bisa menjadi basis gerakan anak-anak muda lintas agama. Di sini, kita selain belajar menyuarakan dengan berbasis data, namun juga menyuarakan dengan membawa juga nilai-nilai ajaran agama atau keyakinan,โ€ terang Hening.

Ia menegaskan bahwa semua agama mengajarkan manusia untuk menjaga bumi. โ€œDalam Islam, diajarkan bahwa kebersihan sebagian dari iman. Dalam Hindu ada Tri Hita Karana. Dalam Kristen, bumi diciptakan bukan untuk dirusak, tapi dijaga. Dan seterusnya. Di seluruh dunia sekarang disadari bahwa krisis iklim tidak cukup ditangani oleh intelektual kampus atau LSM. Lebih dari 2000 riset dalam pertemuan lingkungan internasional mengakui bahwa akar masalahnya adalah keserakahan. Maka dari itu, narasi kita harus kuat: menyampaikan melalui data, tulisan, dan nilai agama,โ€ tegasnya.

Amalia Nur Milla, Ketua Divisi Lingkungan Hidup LLHPB PWA Jawa Barat, menyampaikan pengalaman โ€˜Aisyiyah dalam membangun narasi lingkungan melalui kultum dan kisah dari akar rumput. โ€œKami sudah menyusun 73 naskah kultum dari ibu-ibu โ€˜Aisyiyah se-Jabar. Di dalamnya ada cerita-cerita nyata dari daerah mereka yang menjadi inspirasi ajakan untuk peduli lingkungan. Saya berharap karya jurnalistik dari teman-teman muda ini juga bisa menghadirkan narasi serupa yang menyentuh,โ€ ujar Amalia.

[irp]

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: