Jarang Diulas, Ini 11 Fakta Unik Markisa yang Perlu Diketahui

Jarang Diulas, Ini 11 Fakta Unik Markisa yang Perlu Diketahui
Bunga markisa-foto/Ist
Bacakan Artikel
  •  Kaya antioksidan langka

Markisa, terutama bagian bijinya, kaya akan piceatannol, yaitu senyawa polifenol yang struktur kimianya mirip dengan resveratrol (antioksidan pada anggur merah). Studi ilmiah membuktikan bahwa piceatannol efektif membantu menetralkan radikal bebas, meningkatkan sensitivitas insulin, hingga menjaga elastisitas kulit agar tetap awet muda.

  •  Baik bagi  pencernaan

Saat menyeruput bulir markisa bersama bijinya, itu artinya sobat hijau  sedang mengonsumsi salah satu sumber serat tertinggi di dunia buah. Daging dan selaput biji markisa sangat kaya akan serat larut air bernama pektin.

Di dalam saluran cerna, pektin membentuk gel yang memperlambat penyerapan makanan, menjaga kesehatan mikrobioma usus, dan mencegah konstipasi.

  • Lebah kayu jadi penyerbuk khusus

Bunga markisa memiliki anatomi yang begitu unik sehingga tidak semua serangga bisa membantu penyerbukannya. Bunga ini sangat bergantung pada lebah kayu besar (Xylocopa) sebagai penyerbuk alami utamanya.

Ukuran tubuh lebah kayu yang besar dan berat sangat pas untuk menyentuh benang sari dan kepala putik secara bersamaan saat mereka menyeruput nektar.

  •  Kualitas tersimpan pada kulit yang keriput

Banyak orang mengira buah yang mulus adalah buah terbaik. Padahal, pada markisa ungu, kulit yang mulai keriput dan sedikit ambles justru menandakan puncak kematangan optimal. Secara ilmiah, proses penuaan kulit ini menurunkan kadar asam sitrat dalam daging buah dan meningkatkan konsentrasi gula alami. Hasilnya, rasa markisa menjadi jauh lebih manis dan aromatik.

  •  Sahabat penderita diabetes

Meskipun terasa manis dan menyegarkan, markisa memiliki nilai indeks glikemik (GI) yang sangat rendah, yaitu sekitar 30. Senyawa aktif di dalamnya membuat penyerapan glukosa ke dalam aliran darah berlangsung perlahan. Hal ini menjadikan markisa sebagai pilihan camilan sehat yang aman tanpa memicu lonjakan kadar gula darah secara mendadak.

  •  Suka pemangkasan

 Berbeda dengan tanaman buah lain yang dibiarkan rimbun, markisa wajib dipangkas secara ekstrem (heavy pruning) secara berkala.  Tanaman ini hanya mengeluarkan bunga dan buah pada tunas muda yang baru tumbuh. Jika cabang tua dibiarkan memanjang, tanaman akan kehabisan energi hanya untuk memberi makan daun tua (fase vegetatif) dan berhenti berbuah.

Karena itu, memangkas  cabang yang usai berbuah hingga tersisa beberapa sentimeter dari batang utamanya dapat memicu lonjakan hormon sitokinin, yang merangsang munculnya tunas-tunas anyar lengkap dengan bakal bunga baru secara serentak.

  • Merambat tanpa batas

Markisa bukanlah tanaman yang pasif. Tanaman ini terus bergerak memanfaatkan sulur spiralnya yang peka terhadap sentuhan (thigmotropism), tanaman ini sanggup memanjat pohon-pohon besar hingga ketinggian lebih dari 15 meter demi mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Kemampuan adaptasi ini menjadikannya salah satu tanaman merambat paling tangguh di kawasan tropis dan subtropis yang jika tak diatasi akan merampas hidup tumbuhan lain. 

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2