Isu Sawit dan Lingkungan Jadi Topik Diskusi Perundingan Indonesia-Eropa
Klikhijau.com - Isu sawit dan keberlanjutannya bakal dibahas dalam perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA). Pembahasan itu sendiri sudah memasuk...
Klikhijau.com - Isu sawit dan keberlanjutannya bakal dibahas dalam perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA).
Pembahasan itu sendiri sudah memasuki putaran ke-8. Informasi tersebut disampaikan oleh Head of Trade Section Delegation of The European Union to Indonesia and Brunei Raffaele Quarto.
Minyak sawit merupakan komoditas utama bagi dua negara. Uni Eropa, sambungnya, membutuhkan minyak sawit untuk berbagai produk seperti bahan bakar nabati, makanan, sabun, dan sebagainya.
Di sisi lain, Indonesia merupakan salah satu penghasil dan eksportir sawit terbesar di dunia.
Dilansir dari CNN Indonesia, Head of Trade Section Delegation of The European Union to Indonesia and Brunei Raffaele Quarto menyarankan agar Indonesia lebih konsen kepada isu keberlanjutan (sustainability) dan isu lingkungan terkait tanaman sawit.
"Kami membutuhkan minyak sawit, tetapi kami juga harus memastikan minyak sawit diproduksi secara berkelanjutan," tuturnya.
Ia cukup memahami upaya pemerintah dengan memberikan sertifikat kepada pengusaha sawit untuk memastikan sawit Indonesia telah memenuhi standar.
Sertifikat itu meliputi Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
[irp posts="7127" name="Tampil di Penutupan Gakkum Festival 2019, Begini Pesan Iwan Fals!"]
Oleh karena itu, dia menekankan pemerintah bisa memastikan seluruh produsen sawit mengantongi sertifikat itu. Untuk saat ini ada produsen yang memiliki sertifikat, namun ada juga yang belum.