Inspirasi Perempuan Bernama Neneng, Penjaga Indonesia dari Karhutla
Klikhijau.com – Sehari-hari Neneng bertugas sebagai pemantau deteksi dini karhutla. Usianya telah menginjak 35 tahun. Namun, kegigihannya berjuang menyelamatkan lahan dan hutan Indonesia dari kobaran...
Klikhijau.com – Sehari-hari Neneng bertugas sebagai pemantau deteksi dini karhutla. Usianya telah menginjak 35 tahun. Namun, kegigihannya berjuang menyelamatkan lahan dan hutan Indonesia dari kobaran api patut diberi tepuk tangan dan dihargai.
Karhutla atau jika dipanjangkan menjadi kebakaran hutan dan lahan. Karhutla memang menjadi momok yang mengancam negara Indonesia. Karhutla nyaris tak pernah absen setiap tahun.
Neneng adalah salah satu srikandi Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Nama lengkapnya Gustia Ningsih. Namun, lebih akrar disapa Neneng.
Sebagai anggota Mangga Agni, tentu Neneng harus ikut berjibaku, ikut berjuang mengatasi karhutla. Ia bergabung sebagai anggota Daops Manggala Agni Sumatera VI/Siak, Riau, sejak 2005 silam.
Demi menjaga hutan Indonesia, Neneng tak segan meninggalkan keluarganya demi memenuhi panggilan tugas, demi menjaga hutan Indonesia agar tetap lestari.
[irp]
Iya, perempuan yang sudah mengabdi selama 15 itu telah memiliki tiga orang anak. Ia sudah merasakan manis pahitnya upaya pengendalian karhutla.
Apalagi Neneng bertugas di Provinsi Riau, provinsi yang tingkat karhutlanya cukup tinggi. Karenanya ia bersama anggota Manggala Agni lainnya, tentu sudah sangat kenyang pengalaman bertarung dengan titik-titik api yang merah bara.
Wilayah kerja Neneng terbentang luas melewati batas kabupaten yang ada di Riau. Sebagai orang yang memantau deteksi dini karhutla. Tugas Neneng meliputi wilayah Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Meski tugasnya hanya pemantau deteksi dini. Tidak jarang pula Neneng terjun langsung ikut terjun ke lapangan untuk melaksanakan patroli pencegahan dan pemadaman karhutla.
Tugas dan kecintaannya kepada lahan dan hutan Indonesia mendorong ia melakukan hal tersebut.
Salah satu hal yang memberikan motivasi Neneng melakukan tugas yang berat itu adalah Raden Ajeng Kartini.
Sebagaimana diketahui Kartini adalah pejuang yang banyak menginsiparisi perempuan-perempuan Indonesia, termasuk Neneng.
Baginya sosok Kartini cukup memberikan motivasi dirinya untuk ikut bergerak bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan tanpa melalaikan dan meninggalkan tanggung jawab sebagai seorang wanita, sebagai ibu yang baik dan sebagai istri yang patuh terhadap suami.
Saking menginspirasinya, maka setiap tanggal 21 April Indonesia akan memperingati hari Kartini, sebagai bentuk penghormatan kepadanya.
[irp]
“Kartini memberikan inspirasi tersendiri bagi saya, bahwa wanita bisa berperan dalam semua hal, termasuk dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan sebagai Manggala Agni,” ungkapnya.