Ini 4 Faktor Penyebab Besarnya Banjir Rob di Semarang

Klikhijau.com - Pengamatan lapangan pada hari ketiga setelah terjadinya tanggul penahan air laut jebol akibat tidak mampu menahan air yang cukup besar, menunjukkan bahwa genangan banjir masih terlihat...

Ini 4 Faktor Penyebab Besarnya Banjir Rob di Semarang
Bacakan Artikel

Ketiga

Penurunan tanah adalah fenomena yang terjadi di berbagai kota pesisir di dunia. Salah satu hasil penelitian terbaru tahun 2022 dari Pei-Chin Wu, Meng (Matt) Wei, dan Steven D’Hondt dengan judul “Subsidence in coastal cities throughout the world observed by InSAR” menyimpulkan bahwa Semarang adalah kota dengan laju penurunan tanah tercepat kedua diantara 99 kota tepi pantai yang diteliti. Urutannya adalah Tianjin, Semarang dan Jakarta dengan laju maksimal 30 mm per tahun LOS. Data yang digunakan penelitian ini adalah PS Interferometric Synthetic Aperture Radar method and Sentinel-1.[1]

Penurunan tanah menjadi faktor penting saat banjir terjadi (baik banjir akibat limpasan air laut (rob) maupun banjir akibat air hujan). Tanah yang sudah turun meningkatkan daya tampung air di daratan sehingga membuat genangan menjadi makin dalam dan makin sulit dialirkan ke laut. Pada saat air pasang kondisi menjadi lebih parah karena air akan menggenang lebih lama di darat dan sukar dialirkan ke laut.

Penurunan tanah adalah turunnya permukaan tanah sebagai respon terhadap peristiwa geologi atau penyebab yang terkait aktivitas manusia.

Untuk Semarang, beberapa hal yang terkait dengan penurunan tanah adalah ekstraksi air tanah berlebihan, pembebanan bangunan dan struktur, dan kompaksi/konsolidasi sedimen aluvial muda terutama di kawasan Semarang bawah. Peristiwa tektonik di bawah Semarang juga dapat menyebabkan penurunan tanah.

[1] Wu, P.-C., Wei, M. (M. ), & D’Hondt, S. (2022). Subsidence in coastal cities throughout the world observed by

InSAR. Geophysical Research Letters, 49, e2022GL098477. https://doi.org/10.1029/2022GL098477

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2