Ingin Hidup Beradaptasi dengan Covid-19, Ini 6 Rekomendasi LIPI!

Klikhijau.com – Hidup beradaptasi dengan Covid-19, bisa jadi adalah langkah yang paling bijak. Apalagi Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengungkapkan, Covid-19 kemungkinan tak pernah pergi. Jika tak...

Ingin Hidup Beradaptasi dengan Covid-19, Ini 6 Rekomendasi LIPI!
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Hidup beradaptasi dengan Covid-19, bisa jadi adalah langkah yang paling bijak. Apalagi Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengungkapkan, Covid-19 kemungkinan tak pernah pergi.

Jika tak pernah pergi, maka cara terbaik menghadapinya, ya beradaptasi. Mengharapkan vaksin pun tidak mudah dan cepat. Butuh waktu hingga tahunan.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko menuturkan bahwa sebelum vaksin ditemukan dan imunisasi massal dilakukan, masyarakat harus beradaptasi dengan Covid-19 melalui mitigasi yang terkontrol dan terukur berbasis data.

Agar bisa hidup beradaptasi dengan Covid-19, LIPI memberikan enam rekomendasi berikut ini:



  • Kontrol dan mitigasi



Untuk pengaktifan aktivitas ekonomi masyarakat, maka perlu adanya kontrol dan mitigasi yang terukur .

“Fokusnya di screening massal di simpul mobilitas publik berbasis Rapid Diagnostic Test atau RDT dan uji Polymerase Chain Reaction atau PCR di lokasi kerumunan permanen seperti rumah sakit, sekolah dan kampus, dan perkantoran serta industri,” jelas Handoko.



  • Penanganan dengan data akurat



Agar bisa  hidup beradaptasi dengan corona, maka perlu penanganan khusus  Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan data akurat, masif, dan terukur.

“Pasien positif dan keluarganya dikenakan masa isolasi dan karantina. Untuk pasien positif dari masyarakat berpenghasilan rendah, keluarganya ditetapkan sebagai penerima bantuan sosial,” jelasnya. Selain itu juga dilakukan disinfeksi menyeluruh di lokasi dengan kasus positif.



  • Pengetatan pelaksanaan protokol



Protokol kesehatan perlu diperketat, seperti kewajiban memakai masker di semua lokasi dan kondisi, jaga jarak di semua aktivitas, serta kebersihan dan strerilisasi.

“Bila perlu dilakukan dengan mekanisme pemberian denda bagi yang melanggar,” terang Handoko.



  • Pengerahan seluruh infrastruktur dan SDM



Untuk meningkatkan kapasitas uji berbasis RDT dan PCR pengerahan seluruh infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM)  perlu dilakukan.

Ini meliputi pengadaan nasional untuk RDT dan test kit PCR dari sumber teruji serta rekrutmen SDM untuk operator swab, ekstraksi sampel, dan analisis hasil uji.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2