Indonesia Sejatinya Mampu Capai Netral Karbon Sebelum 2070

Klikhijau.com - Institute for Essential Services Reform (IESR), Madani Berkelanjutan, ICLEI-Local Governments for Sustainability Indonesia (ICLEI Indonesia), WALHI, dan Thamrin School mendesak pemerin...

Indonesia Sejatinya Mampu Capai Netral Karbon Sebelum 2070
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Institute for Essential Services Reform (IESR), Madani Berkelanjutan, ICLEI-Local Governments for Sustainability Indonesia (ICLEI Indonesia), WALHI, dan Thamrin School mendesak pemerintah untuk lebih ambisius memenuhi amanat Persetujuan Paris.

Hal itu mengemuka dalam diskusi daring dengan tema โ€œIndonesia Mampu Mencapai Netral Karbon Sebelum 2070โ€ yang digelar Jumat (9/2/2021).

Sayangnya, ambisi Indonesia dinilai masih lemah untuk mencapai netral karbon (net zero emission) pada tahun 2050. Ini tercermin dalam dokumen Strategi Jangka Panjang Penurunan Emisi Karbon dan Ketahanan Iklim 2050 (Long-Term Strategy on Low Carbon and Climate Resilience 2050. LTS-LCCR 2050 tersebut disusun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Dokumen LTS-LCCR 2050 menyebutkan bahwa untuk menjaga agar suhu bumi tidak naik melebihi 1,5โ„ƒ, pemerintah menargetkan netral karbon di tahun 2070. Hal ini berarti Indonesia terlambat 20 tahun dari target yang ditentukan dalam Persetujuan Paris.

Yuyun Hamono, Manajer Kampanye Keadilan Iklim, WALHI, menegaskan bahwa keterlambatan ini akan merugikan banyak negara berkembang. Utamanya bila perdagangan karbon dan carbon capture yang dipilih menjadi salah satu cara untuk mencapai โ€œnet zeroโ€.

[irp]

โ€œSelain itu banyak celah untuk mengelak pengurangan emisi yang ambisius seperti offset perdagangan karbon ke negara berkembang, bukan transformasi secara struktural model bisnis. Jika ini dipilih maka negara berkembang akan nantinya mendapat beban ganda yaitu beban offset dari negara maju dan target pengurangan emisi di negara masing-masing,โ€ jelas Yuyun.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: