Indonesia Butuh Lebih Banyak Penelitian Tentang Dampak Plastik di Laut

Klikhijau.com – Indonesia saat ini bukan hanya salah satu negara yang kaya keanekaragaman hayati. Sebagai negara kepulauan, perairan Indonesia kini juga mulai menjadi tempat sampah. Dari data awal...

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penelitian Tentang Dampak Plastik di Laut
Bacakan Artikel

Ini bisa saja terjadi karena sebagian besar hewan di laut buta warna dan tidak dapat membedakan sampah dan makanan. Mereka lebih menggunakan sensor perasaan dibandingkan sensor visual seperti manusia.

Berbagai penelitian di dunia mengungkapkan bahwa mengkonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi plastik menimbulkan potensi risiko kesehatan.

Status penelitian kelautan Indonesia

Noir Primadona Purba bersama tim memetakan penelitian tentang sampah plastik di laut terutama di Indonesia dan menemukan adanya peningkatan yang signifikan dalam 40 tahun terakhir.

Awalnya, penelitian tentang limbah plastik di laut pada tahun 1950 hingga tahun 1978 dengan jumlah yang sedikit. Namun, pada tahun 2018, terdapat sekitar 579 penelitian yang dipublikasikan.

Peningkatan ini terjadi setelah Konferensi PBB tentang Pembangunan Berkelanjutan di Brazil pada tahun 2012. Konferensi ini menyimpulkan bahwa limbah plastik di laut adalah masalah utama dalam kesehatan laut.

Noir Primadona Purba dan tim juga menganalisis publikasi berdasarkan negara. Mereka menemukan bahwa Cina sebagai negara produsen sampah plastik terbesar di dunia, justru menyumbang penelitian secara signifikan. Ini jika dibandingkan dengan negara produsen sampah plastik besar lainnya, termasuk Indonesia.

Sejak 1986, tidak lebih dari 50 artikel tentang sampah laut, khususnya plastik di laut, yang telah terbit di Indonesia. Ditambah lagi, penelitian dengan topik limbah laut sangat spesifik.

Penelitian yang ditemukan hanya mempelajari reaksi kimia dari sampah plastik di laut, dampak terhadap ekosistem, distribusi, hingga pembersihan pantai. Penelitian ini masih belum memadai untuk digunakan sebagai dasar kebijakan pemerintah.

Jika kita memiliki data yang baik dan kontinu, semua penelitian ini dapat menjadi landasan bagi kebijakan nasional atau regional untuk mengurangi sampah plastik.

Apalagi, Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik (kantong plastik dan microbeads) di laut sebesar 70% pada 2025.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2