Indonesia Butuh Lebih Banyak Penelitian Tentang Dampak Plastik di Laut

Klikhijau.com – Indonesia saat ini bukan hanya salah satu negara yang kaya keanekaragaman hayati. Sebagai negara kepulauan, perairan Indonesia kini juga mulai menjadi tempat sampah. Dari data awal...

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penelitian Tentang Dampak Plastik di Laut
Bacakan Artikel
IT

IT

Smart Mediatama Indonesia

Klikhijau.com – Indonesia saat ini bukan hanya salah satu negara yang kaya keanekaragaman hayati. Sebagai negara kepulauan, perairan Indonesia kini juga mulai menjadi tempat sampah.

Dari data awal tahun 2019 ini, Indonesia menghasilkan 67 juta ton sampah. Menteri LHK, Siti Nurbaya mengatakan jenis sampah yang dihasilkan didominasi oleh sampah organik yang mencapai sekitar 60 persen. Sementara sampah plastik mencapai 15 persen.

Perkembangan tentang isu sampah laut memang memasuki babak baru. Beberapa tahun ini, julukan Indonesia sebagai negara nomor dua penghasil sampah plastik di dunia, sudah melekat.

Hal ini didasarkan pada penelitian yang dipimpin Jenna Jambeck dari Universitas Georgia, yang merilis hasil penelitiannya di jurnal Science.

[irp]

Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP sudah berencana melaksanakan penelitian berkaitan dengan sampah plastik yang berasal dari daratan dan masuk ke wilayah laut.

Meski begitu, kita tidak tahu banyak bagaimana limbah plastik berdampak pada kehidupan laut di perairan Indonesia.

Noir Primadona Purba, salah satu peneliti di Marine Research Laboratory (MEAL), Universitas Padjajaran Bandung melakukan kolaborasi penelitian dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia, Universitas Maritim Raja Ali Haji di Kepulauan Riau, dan Mantawatch International yang berbasis di London.

Mereka melakukan tinjauan sistematis terkait penelitian tentang limbah plastik di laut yang dipublikasikan dalam Marine Pollution Journal. Mereka menemukan kurangnya penelitian terkait dengan isu sampah plastik laut, terutama untuk Indonesia bagian timur.

Mengapa perlu penelitian dampak sampah plastik di laut?

Penelitian tentang dampak sampah laut bagi ekosistem di perairan Indonesia sangat penting. Ini sebagai bahan untuk membuat kebijakan dan aturan perusahaan, stakeholder, dan pemerintah akan urgensi untuk membebaskan laut dari sampah plastik dan turunannya.

Saat ini, perusahaan di Indonesia masih menjual kebutuhan sehari-hari, dari shampo hingga makanan, dalam kemasan plastik. Sementara, pemerintah belum dapat sepenuhnya mengelola limbah secara efektif di darat dan memastikan tidak dibuang ke laut.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2