Ikhtiar Petani Laoli Mencari Keadilan di Kedatuan Luwu

Ikhtiar Petani Laoli Mencari Keadilan di Kedatuan Luwu
Ikhtiar Petani Laoli Mencari Keadilan di Kedatuan Luwu. (Foto: Ist)
Bacakan Artikel

Menunggu Titah Adat, Merajut Kembali Harmoni Tanah

Maddika Bua Andi Syaifuddin Kaddiraja, juru bicara Kedatuan Luwu, menyambut baik kedatangan masyarakat Laoli. Seluruh aspirasi dan keluh kesah petani telah dicatat, dan pihak Kedatuan kini meminta dokumen pendukung untuk dipelajari dan disampaikan kepada Datu Luwu.

"Semua yang disampaikan sudah kami catat. Selanjutnya kami minta dokumen-dokumen pelengkapnya untuk kami perhadapkan kepada Datu Luwu," ujar Maddika Bua, sembari menjelaskan bahwa Datu Luwu akan segera menerima laporan tersebut setelah pulih dari kesehatan.

Pertemuan ini menandai babak baru dalam perjalanan panjang konflik agraria Laoli. Setelah berbagai pintu formal diketuk tanpa hasil, masyarakat kini mencoba membuka ruang melalui institusi adat yang memiliki akar sejarah panjang di Tana Luwu.

Kedatuan Luwu, sebagai institusi yang melampaui usia Republik Indonesia, adalah simbol penting identitas dan kebudayaan masyarakat Tana Luwu. Kedatangan masyarakat Laoli membawa makna lebih dari sekadar pengaduan, mereka membawa persoalan tanah sebagai sumber penghidupan, rasa keadilan, dan harapan untuk bertemu dalam musyawarah.

Kini, tindak lanjut berada di tangan Kedatuan Luwu. Apakah langkah ini akan berkembang menjadi ruang dialog yang mempertemukan masyarakat dengan pihak-pihak terkait, masih harus menunggu proses selanjutnya.

Bagi petani Laoli, satu hal yang jelas, setelah jalur formal belum menghasilkan titik temu, mereka memilih tetap mencari jalan penyelesaian. Ini adalah pilihan untuk tidak menyerah, untuk terus berjuang demi keadilan dan keberlanjutan hidup, dengan membuka ruang musyawarah yang menghargai nilai-nilai luhur adat, tanpa menempatkan persoalan ini semata-mata sebagai pertarungan antara masyarakat dan pemerintah. Ini adalah ikhtiar merajut kembali harmoni antara manusia, tanah, dan keadilan yang berkelanjutan, sebuah harapan yang berakar kuat pada kearifan lokal.

Pilih Halaman: