IIP BUMN Korwil D Beri Penghargaan 5 Pihak Pengabdi Lingkungan di Makassar, Ini Daftarnya!  

Klikhijau.com – Gerakan Indonesia Bersih (GIB) yang digelar oleh Ikatan Istri Pimpinan (IIP) BUMN  Kordinator Wilayah (Korwil) D pada Selasa 6 Agustus 2024 di Lapangan Bitoa Manggala Kecamatan Manggal...

IIP BUMN Korwil D Beri Penghargaan 5 Pihak Pengabdi Lingkungan di Makassar, Ini Daftarnya!   
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Gerakan Indonesia Bersih (GIB) yang digelar oleh Ikatan Istri Pimpinan (IIP) BUMN  Kordinator Wilayah (Korwil) D pada Selasa 6 Agustus 2024 di Lapangan Bitoa Manggala Kecamatan Manggala Kota Makassar berlangsung sukses.

Kegiatan yang digelar Kerjasama Klikhijau ini sukses melibatkan ratusan peserta dari berbagai pihak. Mulai dari instansi pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota, Komunitas, kampus dan sekolah.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi pada pihak-pihak terkait yang dinilai telah berkontribusi terhadap lingkungan khususnya dalam bidang persampahan. Mereka terdiri dari individu yang inspiring, komunitas dan korporasi yang aktif mendukung aksi-aksi pemulihan lingkungan.

Penghargaan diberikan langsung oleh Popy Jarot Setyawan mewakili IIP BUMN Korwil D di sela-sela kegiatan. Berikut ini daftar penerima penghargaan IIP BUMN pada kegiatan GIB di Makassar:

 


  • Komunitas Manggala Tanpa Sekat


Komunitas Manggala Tanpa Sekat (MTS) didirikan oleh Bapak Mashud Azikin, S.Si pada 2021 silam, Beliau adalah seorang sarjana Ilmu Kimia Universitas Hasanuddin yang memang sangat concern pada isu-isu perubahan. Sejak kembali dari Jakarta dan menetap di Kota Makassar, beliau menggagas program-program sosial dan kemasyarakatan. Beliau sangat peduli terhadap isu sampah di Makassar antara lain dengan mendirikan Komunitas Manggala Tanpa Sekat. Melalui komunitas ini, beliau melakukan edukasi intes tentang penanganan sampah organik melalui eco enzyme. Ecoenzym adalah cairan alami yang dapat digunakan sebagai pembersih, pupuk, insektisida, dan antiseptik. Sebagai alumni kimia yang berpengalaman, belia kerapkali melakukan eksperimen di Komunitas Manggala Tanpa Sekat mengenai aplikasi eco enzyme untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Berkat kerja keras Bapak Mashud Azikin di Komunitasnya, semakin banyak yang paham tentang penanganan sampah organic dengan eco enzyme. Komunitas Manggala Tanpa Sekat juga telah mendirikan Lumbung Eco Enzyme sejak dua tahun lalu dengan stok yang cukup melimpah berkat semangat kolaborasi dan pelibatan ibu-ibu rumah tangga di kecamatan Manggala.

  • Ibu Atma


Ibu Atma adalah seorang perempuan yang merupakan pensiunan pegawai negeri sipil (PNS). Setelah pensiun, beliau mengabdikan dirinya pada pengelolaan sampah, sebuah bidang yang jarang diminati orang lain. Dengan cinta dan dedikasi yang tinggi terhadap sampah, Ibu Atma menjadi owner sekaligus pengelola Bank Sampah Kemuning, yang memiliki lebih dari 100 nasabah. Dari rumahnya, Ibu Atma menjadi sasaran para pemulung yang menjual sampah mereka. Keuletan, ketekunan, dan kejujurannya menjadikan beliau pilihan utama bagi para pemulung untuk menjual sampah mereka.

Setiap pemulung yang datang ke rumahnya untuk menyetor sampah, dicatatnya dengan rapi dalam buku tabungan. Ibu Atma tidak hanya sekadar mengelola sampah, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan para pemulung melalui sistem pencatatan yang transparan dan adil. Ketekunan dan dedikasi Ibu Atma dalam mengelola Bank Sampah Kemuning memberikan dampak positif tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi kehidupan banyak orang di sekitarnya. Ibu Atma telah mengumpulkan ratusan juta rupiah dari ketekunannya mengelola sampah. Beliau menginspirasi kita betapa sampah memiliki nilai ekonomi.


  • PT Mitra Hijau Asia


PT Mitra Hijau Asia adalah sebuah perusahaan swasta yang bergerak pada penanganan limbah B3 Medis dan Industri terbesar di Indonesia Timur. Sebagai perusahaan yang sangat profesonal dan kredibel di bidangnya, PT MHA juga aktif mendukung program pemerintah dalam pengurangan timbulan sampah melalui kegiatan-kegiatan sosial dan lingkungan. PT MHA aktif mendukung dan mensupport kegiatan-kegiatan komunitas dan masyarakat termasuk mendukung aksi-aksi lingkungan di Komunitas MTS dan mendukung puluhan kegiatan yang digelar berkaitan dengan isu sampah dan isu-isu lingkungan lainnya di Sulsel.

  • Ahmad Thalib


Pak Thalib sapaan akrabnya adalah seorang tokoh inspiratif yang dikenal sebagai pendiri bank sampah di Kecamatan Manggala. Dengan latar belakang yang sederhana, beliau memulai inisiatifnya untuk mengatasi masalah sampah yang semakin memprihatinkan di daerahnya. Berbekal tekad dan visi yang kuat, ia menciptakan sistem bank sampah yang tidak hanya bertujuan untuk mengelola sampah secara efektif, tetapi juga untuk memberdayakan masyarakat lokal melalui pelatihan dan edukasi tentang pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Melalui upayanya, bapak Thalib berhasil mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik.  Dengan kerja keras dan dedikasinya, pak Thalib telah menginspirasi banyak orang untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan berkontribusi pada upaya pelestarian bumi.


  • Basri


Basri adalah sosok kunci dalam sistem kebersihan di Kecamatan Manggala. Dengan dedikasi dan komitmen yang tinggi terhadap lingkungan, ia memainkan peran penting dalam mengelola dan memperbaiki sistem kebersihan di daerah tersebut. Bapak Basri tidak hanya mengatur pengumpulan dan pengolahan sampah, tetapi juga aktif dalam mensosialisasikan pentingnya kebersihan kepada masyarakat. Melalui upaya Bapak Basri, Kecamatan Manggala mengalami transformasi signifikan dalam hal kebersihan. Inovasi yang diterapkannya, seperti sistem pemilahan sampah yang efisien dan program pembersihan berkala, telah meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperbaiki kondisi lingkungan. Kepemimpinan dan kerja kerasnya menjadikan Bapak Basri sebagai teladan bagi komunitasnya dalam menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.