ICFAS 2025 Dorong Inovasi Pangan dan Pertanian Cerdas untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Klikhijau.com - Krisis pangan global sedang mengintai. Pemicunya beragam, mulai dari perubahan iklim, konflik geopolitik hingga disrupsi rantai pasok. Indonesia yang memiliki kesuburan tanah pun ta...
Klikhijau.com - Krisis pangan global sedang mengintai. Pemicunya beragam, mulai dari perubahan iklim, konflik geopolitik hingga disrupsi rantai pasok.
Indonesia yang memiliki kesuburan tanah pun tak lepas dari ancaman tersebut. Bahkan Indonesia menghadapi tantangan multidimensi berupa produktivitas pertanian stagnan.
Penyebabnya dilansir dari laman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yakni sekitar 30% lahan pertanian pesisir terancam intrusi air laut, food loss mencapai 23 juta ton/tahun, serta ketergantungan impor pangan.
Untuk mengatasi ancaman tersebut, BRIN meresponsnya dengan menyelenggarakan The 3rd International Conference on Food and Agricultural Sciences (ICFAS 2025) di Hotel Eastparc, Yogyakarta pada 26–28 Agustus 2025.
[irp]
Konferensi ini akan digelar secara hybrid dengan diikuti 240 peserta perwakilan dari delapan negara. Tujuannya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis riset terapan. Adapun tema yang diangkat, yakni “From Smart Agriculture to Secure Plates: Ensuring Food Safety and Sustainability”.
Ada arti penting dari konferensi ini, sebab akan menjadi ajang pertemuan internasional untuk para peneliti, dosen, teknisi, mahasiswa, dan praktisi yang mengembangkan teknologi mutakhir di bidang pertanian dan pangan.
Banyak topik yang akan dibahas dalam konferensi ini mulai dari teknologi pangan dan pengolahan, keamanan pangan, protein alternatif, pertanian cerdas (smart farming), studi kelapa sawit, teknologi tepat guna, produksi ternak, pemuliaan tanaman dan rekayasa genetika, agroindustri, hingga penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi pertanian.
[irp]
Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Puji Lestari menegaskan pentingnya forum ini untuk memacu adopsi inovasi di sektor pangan dan pertanian.
“ICFAS 2025 adalah wadah strategis untuk mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai negara guna berbagi terobosan terbaru. Dengan memanfaatkan teknologi cerdas, kita dapat membangun sistem pangan yang aman, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi perubahan iklim dan tantangan masa depan,” ujar Puji.
Hal tersebut sejalan dengan program Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, yaitu Percepatan Kolaborasi Riset Pangan melalui Nutrifoodsync dengan tema Penguatan Ketahanan Pangan Berkelanjutan: Sinergi Antara Superfood, Pangan Alternatif, dan Pertanian Presisi.
[irp]