Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Hutan di Kepala

Oleh Irhyl R Makkatutu 30 Aug 2026 21:01 2 menit baca

Hutan di Kepala

pada akhirnya, aku ciptakan hutan di kepalaku
dan aku berencana merahasiakannya dari siapa pun
bahkan dari rambutku sendiri

hutan di kepalau selalu riuh   
tak ingin jeda, meski sekejap saja
banyak penghuni di sana selalu terjaga
sepanjang waktu, serentang ingatan

aku menanaminya semua jenis pohon
lalu melepaskan burung-burung
kecuali kelelawar
aku bingung memasukkan makhluk hitam itu ke mana
burung atau bukan?

kau pernah bertanya, apa aku suka hutan atau alismu?
aku tak jawab, dan kau pergi dengan korek api di matamu

aku tahu, kelak, pada hari libur
kau akan kembali mencari hutan di ujung kampung
tapi hutan itu telah tiada
kata ayah, hutan dimakan orang kota

aku pernah berpikir membuat hutan di tanah warisan ayah 
tak aman, kata ayah
ia sarankan aku membuat hutan di kepalaku
lebih aman, tak ada api
tak ada mulut orang kota memakannya

tapi, aku harus merahasiakannya
pun darimu


Kindang, Agustus 2026

 --

Kota tanpa Sarung

Semua bermula saat aku ke kotamu di utara 
aku bawa sarung, juga selimut
kau menertawakanku. kota tak butuh sarung, tak perlu selimut

dan benar saja, sarung dan selimut tak keluar ransel
aku bahkan lupa cara pakai baju
juga celana dalam
semua poriku jadi mata air
asin dan asing

aku cari pohon di kotamu itu
tak ada, hanya gedung dan gudang

Kamu tahu, langit selalu benci pada gedung
langit tak suka dicakar

“pernahkah kamu melihat pohon durian?”
“sering,” jawabmu
“di mana?”
“di sini,” jawabmu, singkat menggemaskan
kau mainkan gawaimu di depan mataku

aku ingin tertawa
ingin mengajakmu ke kampungku

tak perlu membawa selimut dan sarung
………ada pelukku…….

Kindang, Agustus 2026

---

Bau Tubuhmu

dan sungguh, jaket merah mawar ini masih menyimpan bau tubuhmu
aku telah mencucinya tujuh kali
dan bau tubuhmu gagal pergi

aku memilih menyerah
tak pernah lagi kucuci jaket itu
 
sekarang sedang kemarau
pak desa memujiku hemat air
sebab tak pernah mencuci jaket pemberianmu itu

besok, katanya aku akan diberi penghargaan
berupa jaket baru

Kindang, Agustus 2026

Topik terkait
#ancaman hutan #menjaga alam dengan puisi #puisi lingkungan #ekologis sastra #sastra dan lingkungan #sastra hijau