Green Building, Kampus dan Kota Masa Depan
Klikhijau.com - Green building, green campus ataupun green city adalah istilah yang sering didiskusikan pada acara kegiatan pembangunan berkelanjutan atau konservasi sumberdaya alam. Ketiga istilah...
Klikhijau.com - Green building, green campus ataupun green city adalah istilah yang sering didiskusikan pada acara kegiatan pembangunan berkelanjutan atau konservasi sumberdaya alam.
Ketiga istilah ini diartikan sebagai ruang dan bangunannya. Sebagai tempat untuk hidup dan bekerja dengan lingkungan yang sehat dan nyaman, dimana dampak pembangunan dan pengelolaannya terhadap lingkungan sangat minim.
Hal ini berarti bahwa ada pertimbangan ekologi yang konfrenhensip dalam melakukan pembangunan, baik dari sudut pandang arsitektur maupun tata lingkungan sekitarnya.
Green campus misalnya merupakan salah satu standar penilaian nasional maupun internasional terhadap suatu kampus sehingga bisa menduduki kategori kampus yang baik.
Dengan demikian, kampus harus mendaftarkan diri pada organisasi penilai untuk selanjutnya menjadi anggota yang akan dinilai bagaimana suatu kampus menerapkan prinsip green Campus tersebut.
[irp]
Jika satu kampus telah terdaftar, maka kampus tersebut harus berbenah untuk mencapai standar Green yang telah ditetapkan.
Ini akan membutuhkan biaya tidak kecil, karena berkaitan dengan bangunan gedung dan lingkungan yang berstandar green. Apalagi pada kampus yang pembangunan gedungnya kurang memperhartikan standar tersebut.
Dengan demikian, akan ada bongkar pasang ataupun membuat suatu percontohan bangunan gedung yang memenuhi standar.
Misalnya, gedung yang green adalah gedung yang telah memperhatikan pemanfaatan material yang berkelanjutan. Pencahayaan yang standar dengan seminimal mungkin menggunakan energi listrik, tetapi lebih banyak menggunakan energi matahari.
Demikian juga dengan kondisi suhu udara yang sejuk tanpa menggunakan energi listrik yang besar. Sama halnya dengan penggunaan air, yang harus efisien dengan menggunakan air daur ulang dari sistem sanitasi gedung ataupun sistem sanitasi seluruh kampus yang terintegrasi untuk digunakan kembali diseluruh kampus.
[irp]
Ataupun pengelolaan air hujan yang dinetralkan. Kalau toh ada air limbah yang terbuang atau harus dibuang, maka harus diyakinkan bahwa itu sudah memenuhi standar lingkungan.
Diluar gedung, lingkungan harus asri dan bersih (tanah/sampah, air dan udara), serta pemanfaatan dan perlindungan keanakeragaman hayati. Dengan begitu, masyarakat kampus dan
masyarakat sekitarnya dapat menikmati secara bebas untuk pengembangan budayanya.
Kampus IPB misalnya, Green Campus yang diterapkan mempunyai motto "Zero Waste, Zero Emission, Rich in Bio-and cultural-diversity".