Fungsi Otak Dapat Rusak di Tangan Polusi Kendaraan

Klikhijau.com – Kendaraan bermotor yang setiap hari digunakan. Tidak hanya mengantar kita lebih cepat sampai ke tujuan, tetapi juga mengantar masalah kepada otak manusia. Tingkat polusi  udara lalu...

Fungsi Otak Dapat Rusak di Tangan Polusi Kendaraan
Bacakan Artikel

Para peneliti menganalisis perubahan dalam default mode network (DMN) otak, satu set wilayah otak yang saling terhubung yang memainkan peran penting dalam memori dan pemikiran internal. fMRI mengungkapkan bahwa peserta mengalami penurunan konektivitas fungsional di wilayah luas DMN setelah terpapar knalpot diesel, dibandingkan dengan udara yang disaring.

“Kami tahu bahwa konektivitas fungsional yang berubah di DMN telah dikaitkan dengan penurunan kinerja kognitif dan gejala depresi, jadi mengkhawatirkan melihat polusi lalu lintas mengganggu jaringan yang sama ini,” kata Dr. Jodie Gawryluk, seorang profesor psikologi di University of Victoria dan penulis pertama studi tersebut.

Ia menambahkan bahwa sementara penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya dampak fungsional dari perubahan ini.  Katanya, ada kemungkinan bahwa hal itu dapat mengganggu pemikiran atau kemampuan orang untuk bekerja.

 Harus meminimalkan paparan

Dr. Carlsten berspekulasi bahwa efek bisa tahan lama di mana eksposur terus menerus. Dia mengatakan bahwa orang harus memperhatikan udara yang mereka hirup. Setiap orang harus mengambil langkah yang tepat untuk meminimalkan paparan terhadap polutan udara yang berpotensi berbahaya seperti knalpot mobil.

Ia menuturkan bahwa perubahan di otak bersifat sementara dan konektivitas peserta kembali normal setelah terpapar

“Orang-orang mungkin ingin berpikir dua kali jika nanti mereka terjebak kemacetan dengan jendela diturunkan,” katanya. “Penting untuk memastikan filter udara mobil Anda berfungsi dengan baik. Jika Anda sedang berjalan atau bersepeda di jalan yang sibuk, pertimbangkan untuk mengalihkan ke rute yang tidak terlalu sibuk,” lanjutnya.

Sementara penelitian saat ini hanya melihat dampak kognitif dari polusi yang berasal dari lalu lintas. Dr. Carlsten mengatakan bahwa produk pembakaran lainnya kemungkinan menjadi perhatian.

Menurutnya lagi, polusi udara sekarang diakui sebagai ancaman lingkungan terbesar bagi kesehatan manusia dan kami semakin melihat dampaknya pada semua sistem organ utama.

“Saya berharap kita akan melihat dampak serupa pada otak dari paparan polutan udara lainnya, seperti asap kebakaran hutan. Dengan meningkatnya insiden gangguan neurokognitif, ini menjadi pertimbangan penting bagi pejabat kesehatan masyarakat dan pembuat kebijakan,” tandasnya.

Sumber: Newswise

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2