FPL Sulsel Gelar Lintas Merah Putih XIV, Bersihkan Sampah di Jalur Gunung Bawakaraeng

FPL Sulsel Gelar Lintas Merah Putih XIV, Bersihkan Sampah di Jalur Gunung Bawakaraeng
FPL Sulsel Gelar Lintas Merah Putih XIV, Bersihkan Sampah di Jalur Gunung Bawakaraeng. - Foto: Ist
Bacakan Artikel

Dalam bahan kegiatan ini belum terdapat informasi mengenai program lanjutan, pemantauan kondisi jalur, maupun bentuk kolaborasi dengan pihak lain setelah ekspedisi berakhir.

Artinya, satu persoalan penting masih terbuka, bagaimana semangat minim jejak yang dibangun selama kegiatan dapat dipertahankan sebagai kebiasaan, bukan berhenti sebagai agenda dua tahunan.

Merayakan kemerdekaan dengan merawat alam

Rangkaian Lintas Merah Putih XIV 2026 ditutup pada Selasa (18/8) melalui kegiatan lomba keakraban dan seremoni penutupan.

Namun, pesan ekologis kegiatan tersebut sebenarnya tidak berhenti di hari terakhir ekspedisi.

Ada gagasan yang lebih sederhana sekaligus lebih sulit untuk dijalankan: kemerdekaan juga dapat dirayakan melalui cara manusia memperlakukan alam.

Mengibarkan Merah Putih di puncak gunung adalah simbol. Membawa turun sampah, menjaga jalur, menerapkan zero waste, dan menghormati ekosistem adalah tindakan.

Keduanya dapat bertemu ketika perayaan tidak meninggalkan beban baru bagi lingkungan.

Lintas Merah Putih XIV 2026 memperlihatkan upaya untuk membawa gagasan tersebut ke dalam aktivitas pendakian. Tantangannya kini bukan sekadar menyelenggarakan aksi bersih, melainkan memastikan kesadaran tentang minim jejak menjadi bagian dari perilaku setiap orang yang datang ke gunung.

Sebab, ukuran sebuah perayaan di alam bukan hanya bagaimana manusia merayakannya.

Ada pertanyaan yang lebih penting ketika semua orang telah turun,ย apa yang kita tinggalkan di gunung setelah kita pergi?.

Pilih Halaman: