Forum 17-an Jadi Arena Gusdurian Barabai Suarakan Keadilan Ekologi
Klikhijau.com - Jaringan Gusdurian Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar forum 17-an dengan mengangkat isu keadilan ekologi sebagai bahan diskusi bersama b...
Klikhijau.com - Jaringan Gusdurian Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar forum 17-an dengan mengangkat isu keadilan ekologi sebagai bahan diskusi bersama berbagai pihak.
"Forum ini merupakan langkah awal dengan membawa semangat lintas generasi bahwa keadilan ekologi di HST bukan sekadar isu, melainkan tanggung jawab moral dan kemanusiaan bersama," kata Koordinator Gusdurian Barabai, Fahriansyah di Barabai, belum lama ini.
Dalam forum ini menghadirkan pemantik diskusi dari berbagai latar belakang, mulai Ketua PC Nahdlatul Ulama HST H. Idi Amin, Ketua PD Muhammadiyah HST Muhammad DN, Anggota DPRD HST Komisi II Hj. Laila Ernawati, penggiat lingkungan M. Hidayatullah, serta Ketua Kohati Barabai Aulin Safitri.
Fahri menyatakan, pihaknya menyediakan forum ini menyasar organisasi kepemudaan (OKP) dan lintas agama dan lembaga dengan satu tujuan utama menyuarakan keadilan ekologi di Kabupaten HST.
[irp]
Dalam forum itu, Ketua PC NU HST H. Idi Amin menegaskan dimensi spiritual dalam menjaga ekosistem.
“Merawat lingkungan adalah bagian dari iman. Jika alam rusak, manusia juga yang menanggung akibatnya,” ujarnya.
Pandangan ini juga senada dengan Ketua PD Muhammadiyah HST Muhammad DN, yang menekankan bahwa agama tidak hanya mengajarkan hubungan dengan Tuhan, tetapi juga tanggung jawab sosial dan ekologis.
[irp]
"Tanggung jawab kita bukan hanya dalam ibadah, tetapi dalam menjaga lingkungan dan bumi ini" ujarnya
Dari sisi kebijakan, Hj. Laila Ernawati menyoroti pentingnya peran DPRD dalam memastikan regulasi benar-benar berpihak pada kelestarian lingkungan.
“Perihal ini juga termasuk dalam RPJMD kami, namun kita perlu memperkuat dengan melibatkan masyarakat langsung dalam kesadaran menjaga lingkungan sendiri,” tegasnya.
Penggiat lingkungan M. Hidayatullah mengingatkan kondisi nyata di lapangan, mulai dari perubahan alam, pencemaran air, hingga praktik pemanfaatan alam yang tak ramah lingkungan.