Falsafah Gulma, Tanaman yang Dilabeli Pengganggu Tanaman Lain
Klikhijau.com - Ruang dan waktu selalu memberi aksioma hidup yang menyejarah. Setidaknya ia hadir dan diadakan dalam realitas kehidupan. Itu pula yang mengilhami ketika kita mengapresiasi kehadiran sa...
Klikhijau.com - Ruang dan waktu selalu memberi aksioma hidup yang menyejarah. Setidaknya ia hadir dan diadakan dalam realitas kehidupan. Itu pula yang mengilhami ketika kita mengapresiasi kehadiran satu jenis tanaman yang disebut gulma.
Kehadirannya dianggap tak banyak memberi kegunaan. Bahkan penumbuhannya dicitrakan sebagai tanaman pengganggu. Ia tak lebih dan dianggap sebagai tumbuhan yang tak diharapkan.
Beberapa stigma yang disematkan pada habitatnya. Hamparan rumput yang tumbuh liar dimanifestasi sebagai gulma. Kemunculannya dianggap mengganggu tanaman lain. Ia menjadi musuh, secara umum bagi petani.
Apa yang disarikan blog Pertanian Organik memberikan alasan hidup bagi kehidupan gulma. Pertama, ketika tanah pertanian kita sudah tidak subur lagi, maka yang mampu tumbuh hanya gulma.
Kedua, tanah gersang ketika disiram air, maka yang akan tumbuh adalah gulma.
Ketiga, saat menaman sayuran, gulma yang tidak dibersihkan maka gulmalah yg akan tumbuh subur dan tanaman kita akan menjadi lambat tumbuhnya.
Akibat dari keadaan tersebut di atas, dilihat dari pertumbuhan gulma, sepertinya gulma lebih banyak, lebih cepat, lebih gesit dan lebih getol dalam menyerap unsur hara dari dalam tanah.
[irp]
Namun begitu, saripati pengetahuan organik dari blog ini menawarkan solusinya. Dengan pertanyaan tunggal, apa yang bisa dimanfaatkan dari gulma untuk tanaman kita ?
Secara rinci diuraikan sebagai berikut.
- Sebagai PENAMBANG ALAMI unsur hara dari dalam tanah.
- Sebagai sumber bahan POC yang kaya akan beragam jenis unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
- Bisa dijadikan sebagai kompos murah meriah.
- Sebagai bahan baku pupuk yang berkelanjutan.
- Jika gulma / tanaman liar sudah dimanfaatka secara maksimal, maka tidak dibutuhkan lagi Herbisida, baik yang sintetis ataupun organik.