Erembua', Muncul Sekali Setahun dan Jadi Penanda Musim
Klikhijau.com – Sejak dulu, Ayah dan Ibu selalu bercerita tentang ere ambua' itu. Letaknya di Dusun Tabbuakang, Desa Kahayya, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Ere ambua’ itu tak jauh dari kebun kopi I...
Klikhijau.com – Sejak dulu, Ayah dan Ibu selalu bercerita tentang ere ambua' itu. Letaknya di Dusun Tabbuakang, Desa Kahayya, Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Ere ambua’ itu tak jauh dari kebun kopi Ibu. Saat air belum sampai ke rumah-rumah di tengah kebun. Pada waktu tertentu, di sanalah Ayah dan Ibu biasa mengambil air dan juga mandi.
Namun, ere ambua’ itu tak bisa diandalkan sepanjang tahun, sebab biasanya hanya akan muncul di akhir Juni atau awal Juli. Saat musim hujan sedang sangar-sangarnya—siang dan malam yang terkadang tanpa jeda. Di mana langit biru tak tampak dan tak ada sinar matahari sampai ke bumi.
Ere ambua’ itu muncul di celah-celah bebatuan di kebun kopi almarhum Puang Rahima. Waktu munculnya terbilang singkat, karena biasanya akan berakhir akan berakhir di bulan September.
[irp]
Awalnya saya pikir airnya kecil saja, seperti mata air pada umumnya yang muncul di musim hujan. Namun, anggapan saya rupanya keliru. Airnya besar, mengalir deras tanpa henti, jernih, dan dingin.
Ere ambua' terdiri dari dua kata. Ere dalam bahasa Konjo artinya air, sementara ambua' bisa diartikan muncul atau naik ke permukaan. Namun, saat Ayah maupun Ibu menyebutnya, kedengarannya hanya satu kata saja, erembua’. Karenanya, saya akan dengan senang hati pada penulisan selanjutnya akan menggunakan kata erembua’.
Jadi, erembua’ adalah air muncul ke permukaan dari dalam tanah. Untuk kasus erembua’ di Desa Kahayya itu, hanya muncul sekali setahun—saat musim hujan. Itupu musim hujan di bulan Juni atau Juli.
[irp]