Ekosistem yang Sehat, Kunci Pelestarian Satwa Liar

Klikhijau.com – Ekosistem yang sehat dan harmonis menjadi kunci lestarinya satwa liar. Topik ini menjadi isu penting pada Webinar yang digelar Belantara Foundation pada Kamis (04/8). Diskusi virtua...

Ekosistem yang Sehat, Kunci Pelestarian Satwa Liar
Bacakan Artikel

Prof. Dr. Ir. Hadi Sukadi Alikodra, MS. , Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University menambahkan, “Ancaman perubahan iklim semakin nyata terhadap lingkungan hidup satwa liar, terutama terjadinya kekeringan, kebakaran hutan dan lahan menyebabkan berkurangnya sumber air, tempat berkubang, sumber pakan, kematian pohon tidur, sarang, dan istirahat.

Diperlukan percepatan restorasi habitat dengan spesies lokal yang tahan kekeringan dan tahan api, serta teknik konservasi tanah dan air dengan teknologi pengaturan aliran air, dam, dan embung”.

PBB melalui UN Decade Ecosystem Restoration 2021-2030 telah menyerukan upaya perlindungan dan pelestarian ekosistem di seluruh dunia. Seruan ini bertujuan untuk menghentikan laju degradasi ekosistem dan memulihkannya untuk mencapai tujuan global.

Menurut UN Decade Ecosystem  Restoration 2021-2030, upaya restorasi seluas 350 juta hektar ekosistem darat dan perairan yang terdegradasi berpotensi dapat menghasilkan US$9 triliun dalam bentuk jasa ekosistem. Selain itu, restorasi ekosistem juga dapat menghilangkan 13 hingga 26 gigaton gas rumah kaca dari atmosfer.

Di Indonesia, restorasi ekosistem berpotensi untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 52,92 juta ton karbon ekuivalen, yang meliputi restorasi ekosistem lahan kering, gambut, dan mangrove.

Turut hadir sebagai pembicara kunci yaitu Prof. Dr. Ir. Hadi Sukadi Alikodra, MS., Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University; dan Prof. Dr. rer. pol.Ir. Didik Notosudjono, M.Sc., Rektor Universitas Pakuan.

Selain itu, juga hadir pembicara yang ahli pada bidangnya, yaitu Alaric Balibrera, Director of Rainforest Rising; Yokyok ‘Yoki’ Hadiprakarsa, Pendiri Rangkong Indonesia; Puspa D. Liman, M.Sc. , Direktur Program TFCA Kalimantan dan Mangarah Silalahi, M.Sc., MT., Presiden Direktur PT REKI.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2