Ecobrick, Solusi Pengelolaan Limbah Plastik yang Efektif
Klikhijau.com – Kolaborasi Biru bekerjasama dengan Kebun Bersama menggelar kolaborasi untuk lingkungan yang diberi nama "Bikin Ecobrick" kegiatan ini akan menjadi agenda bulanan. Series pertama berl...
Klikhijau.com – Kolaborasi Biru bekerjasama dengan Kebun Bersama menggelar kolaborasi untuk lingkungan yang diberi nama "Bikin Ecobrick" kegiatan ini akan menjadi agenda bulanan. Series pertama berlangsung, Senin, 14 November 2022 di Desa Bontosunggu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba.
Dari Kolaborasi Biru (Kolabi), Nadir menjelaskan, kegiatan ini menjadi challenge bagi teman-teman di komunitas dalam hal pemilahan sampah. Pengharapannya dari rumah masing-masing kita sudah bisa memisahkan sampah organik, sampah non organik, dan limbah b3 atau sampah beracun. Selanjutnya, sampah anorganik jenis plastik kemudian dipisahkan lagi berdasarkan jenisnya.
"Untuk plastik kita pisahkan lagi, dicuci bersih kemudian dipersiapkan untuk membuat ecobrick. Untuk sampah hari ini merupakan hasil pengumpulan dalam sepekan, dan karena memang kita menekankan untuk mengurangi penggunaan plastik jadi hasilnya tidak begitu banyak," jelasnya.
Menurutnya, upaya ini sebagai bentuk mengakomodasi pengelolaan limbah plastik sehingga gerakan lingkungan yang dilakukan dapat berkontribusi terhadap pengurangan volume sampah. Melalui ecobrick, kita juga berharap dapat mengudukasi masyarakat untuk mengelola sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
[irp]
Anggota Kolabi, Mahenra menambahkan, plastik jika dibiarkan terbuang begitu saja dapat mencemari lingkungan. Plastik jika dibakar ataupun ditimbun juga sama saja, memberikan dampak buruk. Partikel plastik mencemari tanah, air dan bahkan udara.
Karena itu harus dikelola dengan bijak, seperti membuat ecobrick sebagai solusi alternatif. Ecobrick merupakan teknik pengelolaan sampah plastik yang terbuat dari botol-botol plastik bekas, di dalamnya telah diisi berbagai sampah plastik hingga penuh kemudian dipadatkan sampai menjadi keras.
"Sampah plastik ini kan tergolong mengancam untuk kelangsungan hidup, makanya harus diolah. Selama ini kebanyakan dari kita hanya terfokus pada aksi bersih yang sebenarnya tidak berbeda dengan kita hanya memindahkan sampah saja, tidak berperan pada pengurangan volume sampah," katanya.
[irp]