Duta Remaja Sulsel 2025, Andi Azzaza Tanam 100 Mangrove di Luppung
Klikhijau.com - Langkah kecil seorang remaja bisa menjadi gerakan besar bagi bumi. Hal inilah yang terus dibuktikan oleh Andi Azzaza Amnan Afifah, Winner Duta Remaja Sulawesi Selatan 2025 asal Kabupat...
Klikhijau.com - Langkah kecil seorang remaja bisa menjadi gerakan besar bagi bumi. Hal inilah yang terus dibuktikan oleh Andi Azzaza Amnan Afifah, Winner Duta Remaja Sulawesi Selatan 2025 asal Kabupaten Bulukumba, melalui aksi lingkungan yang konsisten dan penuh makna.
Setelah sukses menanam mangrove di kawasan Lantebung, Makassar, Azzaza kembali menggerakkan hati dan aksi remaja dengan melaksanakan penanaman 100 pohon mangrove di Ekowisata Mangrove Luppung, Bulukumba, Minggu, 20 Juli 2025
Kegiatan ini menjadi aksi kedua dalam rangkaian advokasinya bertajuk "SATU AKSI, SATU BUMI: Remaja Hijaukan Masa Depan" — sebuah gerakan yang mengajak remaja untuk terlibat aktif menjaga lingkungan melalui langkah nyata, dimulai dari hal sederhana.
“Saya sadar bahwa menanam mangrove itu bukan pekerjaan mudah. Harus masuk lumpur, panas-panasan, dan benar-benar butuh tenaga. Karena itu, saya sangat bangga dan tersentuh dengan semangat teman-teman yang ikut terlibat hari ini. Mereka datang bukan sekadar untuk hadir, tapi untuk berkontribusi langsung menjaga bumi,” ungkap Azzaza.
[irp]
Mangrove atau bakau bukan hanya tanaman biasa yang tumbuh di pesisir. Ia adalah penjaga alam yang luar biasa. Akar-akar mangrove yang kokoh menahan abrasi, melindungi daratan dari gelombang dan air laut yang terus mengikis, serta menjadi rumah bagi ratusan spesies biota laut seperti ikan, kepiting, udang, bahkan burung air.
Tidak hanya itu, hutan mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon lima kali lebih banyak daripada hutan hujan tropis, menjadikannya pahlawan tersembunyi dalam menghadapi krisis iklim global.
“Bayangkan, satu pohon mangrove bisa menyimpan lebih banyak karbon dari pohon biasa. Artinya, setiap pohon yang kita tanam hari ini adalah tabungan untuk masa depan, tabungan untuk bumi yang lebih sehat. Itu mengapa saya memilih mangrove sebagai bagian awal dari advokasi saya,” jelas Azzaza.
[irp]