Di Forum UNEA-5, Indonesia Sampaikan Pesan tentang Pemulihan Ekonomi Ramah Lingkungan

Klikhijau.com - The Fifth Meeting of the United Nations Environmental Assembly (UNEA-5) harus mengirimkan pesan yang kuat kepada dunia bahwa aksi global yang inklusif sangat penting bagi upaya bangkit...

Di Forum UNEA-5, Indonesia Sampaikan Pesan tentang Pemulihan Ekonomi Ramah Lingkungan
Bacakan Artikel

Selanjutnya, Wamen Alue menambahkan bahwa Indonesia juga mempercepat program perhutanan sosial untuk memastikan ketahanan sosial dan ketersediaan mata pencaharian, menerapkan ekonomi sirkuler dengan memanfaatkan limbah untuk bahan baku industri.

Indonesia baru-baru ini telah mulai mengganti batu bara untuk listrik, serta meningkatkan ketahanan ekosistem dan lansekap dengan menerapkan pengelolaan DAS dan ekosistem laut yang terintegrasi dan mempromosikan kota dan desa yang ramah iklim menuju masyarakat dan ekonomi yang lebih hijau, lebih adil, inklusif, dan berketahanan iklim.

Terkait dengan peran Indonesia sebagai tuan rumah Conference of the Parties to the Minamata Convention on Mercury yang keempat (COP-4 Minamata) di Bali, yang dijadwalkan pada November tahun ini, Wamen Alue Dohong mengundang negara-negara untuk berpartisipasi dalam acara penting tersebut untuk menunjukkan kolaborasi dalam memastikan upaya untuk menjadikan merkuri sebagai suatu sejarah.

Untuk menegaskan pernyataannya, Wamen Alue mengingatkan negara-negara bahwa tindakan hari ini, akan dinilai oleh generasi masa depan.

“Mari kita bersatu dan bekerja sama dalam membentuk masa depan yang kita inginkan," pungkasnya.

Sidang UNEA-5 Fase I secara virtual telah menyepakati beberapa keputusan yang bersifat non-substansial dan akan melanjutkan persidangan UNEA-5 Fase II dengan pembahasan yang bersifat substantif pada bulan 28 Februari – 3 Maret 2022 secara tatap muka.

Dalam pertemuan secara virtual tersebut, Wamen LHK didampingi oleh beberapa pejabat tinggi KLHK antara lain Kepala Badan Litbang dan Inovasi, Staf Ahli Menteri Bidang Industri dan Perdagangan Internasional, Direktur Pencegahan Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut (PPKPL), Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Direktur Konservasi Tanah dan Air.

Di samping itu, Wamen Alue juga didampingi secara virtual oleh Duta Besar RI di Nairobi, Dr. M. Hery Saripudin dan beberapa perwakilan dari Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2