Dari Losari, BBKSDA Sulsel Suarakan Konservasi Alam Sebagai Sikap Hidup dan Budaya Bangsa

[hijau]Dalam diri kaum milenial, ada kekuatan sebagai peneruk konservasi[/hijau] Klikhijau.com – Saya telah lupa kapan terakhir ke Losari di waktu pagi. Rasanya sudah sangat. Selain jaraknya yang l...

Dari Losari, BBKSDA Sulsel Suarakan Konservasi Alam Sebagai Sikap Hidup dan Budaya Bangsa
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

[hijau]Dalam diri kaum milenial, ada kekuatan sebagai peneruk konservasi[/hijau]

Klikhijau.com – Saya telah lupa kapan terakhir ke Losari di waktu pagi. Rasanya sudah sangat. Selain jaraknya yang lumayan jauh dar tempat tinggal saya. Berkunjung ke Losari di pagi hari juga bagi saya kurang menarik. Meskipun itu di hari Minggu.

Namun, hari Minggu kali ini, 21 Juli 2019. Saya bergegas bangun ketika pagi masih sangat belia, meski tidur terlalu larut. Kendaraan di jalan masih agak sepi ketika melajukan Ebeata. Pagi tadi, ada acara yang mesti saya hadiri.

Acara itu merupakan rangkaian Menuju peringatan Hari Konservasi Alam Nasional tahun (HKAN) 2019. Tahun  ini, Indonesia memperingati 11 tahun HKAN yang jatuh setiap tanggal 10 Agustus. Acara puncak HKAN akan digelar di Batam.

Acara di Losari itu digelar Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulsel, yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mempunyai tugas penyelenggaraan konservasi sumber daya alam.

Libatkan kaum milenial

Acara itu mengusung tema “Spirit Konservasi Alam Milenial” mengadakan kegiatan Street Campaign. Dipusatkan di Area Pantai Losari, Minggu, 21 Juli 2019.

Ellyyana Said, Ketua Panitia (HKAN) 2019 mengatakan Street Campaign ini dilakuka aksi nyata membersihkan area sekitar pantai losari.
Acara bersih pantai itu menggunakan dua unit perahu pembersih sampah yang masuk ke laut di sekitaran Pantai Losari.

Bukan hanya itu, ada pulan kegiatan Promosi Deseminasi, Bakti Konservasi donor darah dan pembagian bibit gratis (Free Seedings).

“Kegiatan ini melibatkan beberapa pihak terkait dari pemerintah dan swasta khususnya anak-anak muda,” ungkapnya.

Kepala BBKSDA Sulsel, Thomas Nifinluri mengatakan selain street Campaigh di Anjungan Pantai Losari ini. Beberapa hari ke depan ada juga kegiatan Schoool Conservation di SD Sudirman, 24 Juli mendatang.

Ditambah dengan Talk show “Konservasi Milenial”, Conservation Award, Penanaman Pohon Endemik dan Release Satwa secara simbolis di Fort Roterdam Makassar pada 25 Juli mendatang.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2