Covid-19 Berkontrubisi Terhadap Meningkatnya Sampah Plastik di Laut

Klikhijau.com –  Sampah plastik di laut adalah cerita yang tak mengenal kata tamat. Berdiamnya orang di rumah karena Covid-19. Tak menamatkan cerita sampah yang menumpuk di laut, terutama di laut Indo...

Covid-19 Berkontrubisi Terhadap Meningkatnya Sampah Plastik di Laut
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

“Tantangan perubahan iklim juga mengancam keragaman hayati kita. Seperti pemanasan laut, pengasaman laut, dan kenaikan muka air laut, di mana ini  berdampak pada perekonomian masyarakat di pesisir,” tutur Agus.

Ajakan LIPI

Melihat fenomena mengerikan itu, LIPI mengajak semua masyarakat, akademisi, dan LSM untuk bersama sama melakukan edukasi  dan monitoring terhadap terumbu karang, mangrove, padang lamun, dan ikan.

“COREMAP-CTI LIPI diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk bergabung dengan LIPI dan berlatih bersama dalam monitoring hayati laut di seluruh Indonesia, sehingga kita dapat menjaga secara bersama-sama laut Indonesia,” harap Agus.

Penting diketahui bersama, wilayah laut Indonesia masuk dalam area Segitiga Karag Dunia, yaitu area dengan keanekaragaman biota laut, terutama karang, yang paling tinggi di dunia.

Saat ini, terdapat 569 spesies dan 83 genus karang keras di Indonesia. Ini berarti, sekitar 69% spesies dan 76% genus karang dunia ada di Indonesia.

Sebaran karang paling tinggi berada di daerah timur seperti Maluku, Sulawesi dan Papua. Kemudian berkurang di daerah Jawa dan Sumatra.

Kekayaan hayati di Indonesia  dipengaruhi adanya pertemua arus laut yang melewati pulau-pulau di Indonesia.

Namun, kekayaan itu tak akan ada artinya dan bertahan lama, jika kita tidak bergotong royong menjaganya. Caranya, gunakan penangkap ikan yang tidak merusak lingkungan laut, tidak membuang sampah sembarangan, dan mencegah perubahan iklim.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2