Mencegah Karhutla Berarti Menyelamatkan Jutaan Nyawa

Klikhijau.com – Saya sedang membayangkan api  menjilati hutan dan lahan. Di mana banyak makhluk hidup yang berusaha menyelamatkan nyawanya. Ada yang merangkak, ada berlari kencang, ada yang terbang...

Mencegah Karhutla Berarti Menyelamatkan Jutaan Nyawa
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Saya sedang membayangkan api  menjilati hutan dan lahan. Di mana banyak makhluk hidup yang berusaha menyelamatkan nyawanya.

Ada yang merangkak, ada berlari kencang, ada yang terbang, dan ada yang diam saja tak bergerak. Namun, semua makhluk hidup yang sedang menghadapi ganasnya api berupaya keras menyelamatkan dirinya.

Makhluk-makhluk hidup itu adalah mereka selain manusia. Di tubuhnya juga terdapat nyawa yang tentu akan menderita lalu mati mendapat terjangan panas api.

Mereka adalah binatang dan tumbuhan. Kamu bisa bayangkan, berapa ratus cacing yang mati, semut dan berapa ribu serangga yang harus meregang nyawa karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Juga berapa banyak ekor burung, ular, dan binatang buas lainnya yang harus kehilangan nyawa karena karhutla.

Juga berapa ribu tumbuhan yang harus meranggas, kehilangan daya hidupnya karena diamuk si jago merah itu.

Maka mencegah karhutla terjadi, adalah upaya untuk menyelamatkan nyawa—tidak hanya menyelamatkan lingkungan.

Apa yang dilakukan Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) belum lama ini di Sumatera dan Jambi adalah upaya menyelamatkan nyawa makhluk hidup.

PKHL pada tanggal 2 Juni 2020 lalu, telah PKHL melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), sebagai upaya pencegahan karhutla.

Sebanyak 1,6 ton garam (NaCl) mulai di sebarkan di awan potensial yang terdapat di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin dan Musi Banyuasin

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2