Cerita Sukses Fitriyanti di Palu, Sulap Sampah Jadi Jutaan Rupiah

Klikhijau.com - Di grup facebook Kreasi Daur Ulang Indonesia (KDUID), Anda akan dikejutkan banyak karya kreatif berbahan dasar sampah. Satu diantara mereka ada seorang ibu rumah tangga asal Palu Sulaw...

Cerita Sukses Fitriyanti di Palu, Sulap Sampah Jadi Jutaan Rupiah
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Di grup facebook Kreasi Daur Ulang Indonesia (KDUID), Anda akan dikejutkan banyak karya kreatif berbahan dasar sampah. Satu diantara mereka ada seorang ibu rumah tangga asal Palu Sulawesi Tengah bernama Fitriyanti Assah (45).

Bu fitri (sapaan akrabnya) cukup intens membagikan foto-foto hasil buah tangannya ke sosial media. Karya andalannya adalah bros jilbab yang dibuat murni dari daur ulang sampah. Boneka dari botol plastik, bunga-bunga indah  dari kantong kresek, celengan, tempat pensil dan masih banyak lagi.

Sesama pengkreasi di grup KDUID, mereka juga saling mengapresiasi dan berbagi cerita. Bila hasil karya mereka benar-benar otentik dan khas, tak sedikit netizen akan langsung membelinya.

Berkat kreativitas dan kerja kerasnya, Fitriyanti menghasilkan uang hingga puluhan juta setiap bulannya. “Omset naik turun pak, waktu bros dagu panjang seperti yang saya pakai lagi laris, satu hari kami bisa dapat antara 300 ribu hingga 1.5 juta. Saya harus dibantu 15 karyawan. Semuanya perempuan dan anak-anak mahasiswa,” kata Fitriyanti pada Klikhijau, Minggu 12 Januari 2020.

Sayangnya, omset agak menurun beberapa bulan terakhir. “Sekarang sih agak turun. Jadi, karyawan saya sisa 5 orang. Omset juga menurun, paling banyak dapat 7 juta setiap bulannya. Tapi, kami tetap bersyukur,” ungkap Fitri.

Beruntung, Fitriyanti tidaklah kesulitan dalam hal bahan baku. Sebagian besar bahannya, ia peroleh dari sampah tetangga dan limbah sejumlah teman UMKM-nya di kota Palu.

Bahan baku bros kain misalnya ia dapat dari sisa-sisa buangan sejumlah penjahit. Hanya kaleng-kaleng rokok yang ia beli dari pemulung. “Satu kantong kresek besar, saya beli hanya 25 ribu rupiah,” tuturnya. Sedangkan, bahan-bahan lainnya ia kumpulkan sendiri. Selebihnya, dari kerabat dan tetangganya yang memberinya secara sukarela.

Ubah Persepsi

Fitriyanti mulai tertarik dalam bidang kreasi dan daur ulang di tahun 2017. “Waktu itu ada pelatihan di kantor Dinas Koperasi Provinsi Sulteng. Kami perwakilan kota Palu ada 6 orang, termasuk saya. Waktu itu saya kebetulan ditunjuk jadi ketua kelas selama pelatihan yang berlangsung 3 hari,” cerita Fitri.

Terinspirasi dari pelatihan itu, dirinya mulai sadar betapa sampah adalah barang berharga. Ia mulai mengeksplorasi ide-ide imajinatifnya menjadi karya-karya istimewa. Terlebih, ia sangat menyadari bahwa apa yang dilakukannya adalah bagian dari upaya penanggulangan sampah.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2