Daur Ulang Kemasan Plastik atau Gunakan Kembali, Lebih Baik Mana?

Publish by -11 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Daur Ulang Plastik atau Gunakan Kembali, Lebih Baik Mana?
Daur ulang plastik atau menggunakannya kembali, lebih baik mana?/Foto-futuready.com

Klikhijau.com – Kemasan plastik untuk makanan dan minuman merupakan kategori plastik paling cepat berkembang. Namun, kurang dari 10% dari kemasan plastik ini didaur ulang, sementara kemasan kertas dan kardus mencapai 70% di Australia.

Daur ulang yang paling efektif adalah botol air (PET) dan botol susu (HDPA), dari tujuh kategori plastik. Tapi, tingkat daur ulang botol-botol ini pun masih relatif rendah, sekitar 30%.

Tantangan terbesar untuk daur ulang plastik berasal dari plastik keras (PVC dan PS) serta plastik lunak atau fleksibel, seperti clingfilm (plastik tipis untuk menutup makanan agar tetap segar) dan kantong plastik.

Untuk plastik lunak, walaupun tersedia opsi daur ulang, penggunaan aditif yang dikenal sebagai plasticisers, sering membuat produk daur ulang dari plastik lunak menjadi tidak tahan lama. Selain itu, bahan ini tidak dapat didaur ulang lebih lanjut.

KLIK INI:  Foto Aksi Liestiaty F Nurdin Ajak Organisasi Perempuan Kendalikan Sampah Plastik

Beberapa peneliti berpendapat, daur ulang merupakan proses penurunan kualitas karena kemasan plastik tidak selalu menjadi kemasan yang baru. Ini karena adanya kontaminasi atau penurunan kualitas.

Bahkan, ketika kemasan plastik sekali pakai dapat didaur ulang secara efektif, proses ini seringkali tidak dilakukan.

Semakin banyak plastik sekali pakai yang diproduksi, semakin tinggi kemungkinan akan berakhir di lautan dan lingkungan. Di tempat ini bahan kimia dalam plastik dapat membahayakan makhluk hidup dan manusia.

Menggunakan kembali lebih baik dari daur ulang

Dikutip dari Theconversation, Woolworths baru-baru ini mengumumkan sebuah sistem pengiriman makanan terbaru. Retailer besar yang bergerak di bidang industri makanan dan minuman di Australia ini menggunakan kemasan yang bisa digunakan kembali (reusable).

Sistem ini disebut Loop, sebuah sistem yang memungkinkan pengguna membeli produk supermarket menggunakan kemasan yang dapat digunakan kembali.

Program semacam ini menawarkan kesempatan untuk merombak bagaimana kemasan plastik diproduksi, digunakan, dan didaur ulang.

Apalagi saat ini, Australia tengah mencari cara untuk memenuhi target nasional sebesar 100% untuk kemasan daur ulang, terurai, atau digunakan kembali hingga tahun 2025.

Woolworths yang bekerja sama dengan perusahaan besar di bidang daur ulang di Amerika Serikat, Terra Cycle mengungkap, produk reusable ini lebih ramah lingkungan daripada produk sekali pakai. Karena itu, harus bisa memperlihatkan lebih sedikit konsumsi energi dan sumber daya dalam rutinitas kita.

Untuk benar-benar mengurangi kemasan plastik, perlu ditemukan cara untuk mengubah rutinitas pemakaian kemasan plastik. Ini bisa lebih baik ketimbang langsung mengganti produk itu sendiri, seperti menggunakan tas reusable dengan cara sekali-pakai.

KLIK INI:  Deasy, Perempuan yang Mencintai Sampah dengan Cara Elegan
Mengembangkan sistem kemasan reusable baru

TerraCycle Loop dan Woolworths saat ini sedang menguji coba layanan mereka di Amerika Serikat dan Prancis.

Model ini bisa berjalan karena memungkinkan seseorang dengan mudah mengintegrasikan kegiatan penggunaan kembali ke dalam rutinitas hariannya. Jadi, bukan menggantikan satu produk dengan satu produk lain.

Kemasan plastik sekali pakai dalam makanan yang dibungkus atau dibawa pulang dengan cara yang sama.

Tujuan kemasan makanan dibungkus adalah agar bisa menikmatinya tanpa harus memasak atau duduk di restoran. Jadi, bagaimana mungkin tanpa kemasan sekali pakai?

Menjadikan kegiatan penggunaan kembali mudah dan nyaman sangat penting untuk keberhasilan sistem ini.

Hal tersebut hanya perlu dilakukan ketika opsi seperti penggunaan kembali, telah dikesampingkan.

Meski, daur ulang tetap penting sebagai langkah jangka pendek untuk menjaga jumlah limbah plastik di TPA.

KLIK INI:  Begini Strategi Khusus Kemenhub Atasi Beban Sampah Plastik di Laut!
Editor: Ian Konjo
Sumber: Theconversation.com

KLIK Pilihan!