Cerita Rahmawati, Menyulap Eceng Gondok Jadi Aneka Kerajinan Berharga

Klikhijau.com – Aksi kreatif yang menyulap eceng gondok (Eichornia crassipes) menjadi kerajinan berharga memang mulai menggeliat di mana-mana. Di Makassar, seorang perempuan bernama Rahmawati (25) men...

Cerita Rahmawati, Menyulap Eceng Gondok Jadi Aneka Kerajinan Berharga
Bacakan Artikel

Demi mengembangkan skillnya, Rahmawati kembali mengikuti pelatihan pada tahun 2019. Tahun ini, ia pun masih berencana ikut pelatihan untuk memperluas pengetahuan dan kecakapannya.

Sejauh ini, Rahmawati mengaku hanya berlima yang mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat dari pelatihan. Di wilayah tempat tinggalnya sendiri, ia melihat antusias warga masih kurang menggeluti kerajinan eceng gondok.

Potensi ekonominya besar

Padahal, potensi ekonomi dari hasil kerajinan tangan berbahan tanaman gulma ini sangatlah lumayan. Buah tangan Rahmawati misalnya dijual paling murah Rp 5000 untuk gantungan kunci dan Rp 800 ribu untuk produk kursi jamur dan tikar bulat.

Peminat hasil karyanya memang masih terbatas yakni dari Dekranasda. Namun, Rahmawati optimis kreativitas yang dilakukannya punya prospek pasar yang baik ke depannya.

“Saya berencana membuat komunitas agar produk yang kami hasilkan dapat dibuat lebih banyak lagi agar bisa memenuhi pesanan,” katanya.

Untuk pengembangan kreativitasnya, Rahmawati juga rajin melihat karya-karya komunitas lain di Facebook dan Instagram. Ia berharap, karya-karyanya dapat diterima ke depannya sebagai sebuah karya kreatif yang ramah lingkungan.

“Harapan saya, karya kami bisa dikenal, diberi semangat. Diberi peluang  untuk dapat dipasarkan ke luar kota Makassar agar kami bisa semakin berkembang,” tuturnya.

Ketua RT 9, RW 7 Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala Makassar, Mustafa mengatakan, masyarakat di lingkungannya memang belum sepenuhnya paham cara pengelolaan eceng gondok. Ia menuturkan, betapa gulma ini hanya menjadi pemandangan sehari-hari yang secara berkala dibersihkan oleh pemerintah bila sudah terlalu banyak.

"Bila sudah dekat musim penghujan akan ada alat berat di sini untuk mengangkat semua eceng gondok," tuturnya.

Mustafa mengaku senang bila ada penawaran pelatihan untuk membantu masyarakatnya memanfaatkan eceng Gondok.

"Daripada hanya menjadi gulma, tentu  sangat baik bila dijadikan sesuatu yang bermanfaat. Khususnya ibu-ibu yang ada di wilayah saya ini, jadi bisa punya kegiatan lain mengisi waktu dan ada tambahan penghasilan," pungkasnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2