Cerita Pedagang Tanaman Hias di Makassar Berjualan Selama Pandemi

Klikhijau.com – Dunia usaha mengalami pelemahan selama pandemi, apakah juga berdampak pada penjualan tanaman hias? Seperti diketahui, selera menanam sedang membaik selama pandemi. Saat lebih banyak...

Cerita Pedagang Tanaman Hias di Makassar Berjualan Selama Pandemi
Bacakan Artikel

Jalil juga berbagi tips tentang pengelolaan bisnis tanaman. Ia mengatakan kesalahan orang dalam bisnis tanaman hias adalah manajemen keuangan. Banyak pedagang yang kadang terlena membelanjakan uangnya tidak tepat sasaran

"Bila menjual tanaman, jualannya tanaman saja jangan di campur karena kapan uang tanaman lari di pot akan sulit mengaturnya. Bisa menjual pot dan perlengkapan tanaman lainnya tapi harus dipisah. Jadi sistemnya tanaman ganti tanaman, pot ganti pot,"  jelasnya.

Tertarik memulai bisnis ini? Baca tips bisnis tanaman hias di SINI!

Sementara itu tidak jauh dari lokasi jualan Jalil, KlikHijau juga berjumpa dengan seorang ibu bernama Nurul (43). Berbeda dengan Jalil, Nurul mengaku selama musim pandemi tidak begitu berpengaruh pada usahanya. Menurut Nurul, bisnis tanaman hias selama pandemi tetap saja lancar.

"Alhamdulillah tidak ada pengaruh. Biasa-biasa saja. Saya di sini sudah 7 tahun berjualan, semua baik," ucap Nurul.

Setiap harinya, penjualan tanaman hias yang terletak di depan Taman Makan Pahlawan Kota Makassar ini memang ramai didatangi para pembeli.  Beragam jenis bunga-bunga ada di sana dengan harga bervariasi.

Musim bunga-bunga hingga ke desa

Bisnis tanaman hias di Marketplace dan social media memang cukup ramai selama pandemi. “Ini lagi musim bunga-bunga,” kata Wandi, seorang pegiat tanaman hias di Desa Salassae, Bulukumba.

Kata Wandi, dalam dua bulan terakhir, orang-orang keluar masuk di desanya berbelanja bunga. “Ini potensi bisnis yang menarik. Kebetulan selama pandemi warga di desa Salassae kompak menata tanaman hiasnya yang sebagian besarnya untuk dijual,” kata Wandi.

Wandi dan rekannya bahkan berencana membuat festival tanaman hias Agustus mendatang. Even ini dibuat sebagai cara merayakan dan memediasi antusias masyarakat yang sedang membaik selama pandemi.

“Kami akan buat festival bunga di bulan Agustus. Kami ingin menjadikan desa kami sebagai ikon tanaman hias di Bulukumba,” pungkasnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2