Cara Membuat Kompos dari Sampah Dapur dengan Komposter Pot, Gampang Toh!

Klikhijau.com – Sampah organik dari sisa-sisa olahan dapur memang cukup banyak setiap harinya. Umumnya sampah dapur hanya dibuang begitu saja karena dianggap kotor dan tidak berguna. Membuang sampa...

Cara Membuat Kompos dari Sampah Dapur dengan Komposter Pot, Gampang Toh!
Bacakan Artikel

Bila sudah selesai, siapkan ember dan tempatkan wadah pot pada mulut ember untuk memastikan bahwa cairan lindi akan tersimpan dalam ember.

Setelah itu, tambahkan bioaktivator (umumnya memakai POC dari kulit pisang) yang berguna untuk menambah bakteri pengurai dan mempercepat proses penguraian.

Siramkan secukupnya sampai terlihat lembap, namun jangan terlalu basah. Lalu, tutup wadah pot demi mengurangi penguapan dan menjaga suhu selama proses fermentasi berlangsung.

Diamkan selama 2 hingga 3 hari untuk memastikan komposter berjalan optimal. Setelah tiga hari, periksa wadah untuk memastikan apakah komposter sukses atau tidak. Tanda kompos sukses adalah hangat, berwarna hitam dan tidak berbau.

Anda dapat memeriksa kompos dengan memakai sendok pertukangan. Otak-atik hingga ke dasarnya untuk memastikan kompos berhasil.

Langkah keenam

Langkah berikutnya adalah masukkan sampah dapur di atasnya antara lain kulit telur, kulit bawang, kulit pisang dan potongan sisa sayuran mentah lainnya. Ada baiknya tidak memasukkan sampah hewani yang sudah dimasak agar tidak mengganggu komposisi yang ada.

Aduk sampai rata ketika sampah sudah dimasukkan hingga ke bagian dasar wadah secara merata. Komposter ini termasuk kompos sistem aerob yang memerlukan oksigen. Karenanya pengadukan secara rata akan membantu kompos terurai maksimal.

Setelah itu, tutupi kembali dengan unsur nitrogen dan unsur coklat dan menutupi area di atasnya. Setelah itu, tutup dengan wadah demi mengurangi penguapan. Biarkan proses ini berlangsung hingga 24 hari. Tutup wadah dengan benda pemberat agar tidak terjatuh dan beri label tanggal penutupan agar dapat membukanya setelah 24 hari kemudian.

Langkah ketuju

Setelah proses 24 hari, buka wadah penutup dan periksa isinya. Biasanya, sampah sayuran yang dulu dimasukkan sudah berubah menjadi hitam. Namun demikian, kompos tersebut tidak berbau dan tidak terdapat binatang tanah.

Bila wadah masih memungkinkan, Anda dapat menambahkan kembali sampah organik seperti di sesi sebelumnya agar kompos yang dihasilkan lebih banyak. Lalu, pada hari ke-60, air lindi yang dihasilkan sudah bisa dipanen.

Angkat wadah pot dari ember, lalu ambil airnya yang coklat bening seperti teh. Masukkan ke dalam botol untuk disimpan dan siap digunakan setiap saat sebagai pupuk cair untuk menutrisi tanaman.

Sedangkan komposnya yang sudah menghitam seperti tanah sudah bisa diambil dan dimasukkan di wadah yang baru. Kompos ini tidak bisa langsung dipakai, namun harus diangin-anginkan terlebih dulu selama beberapa hari sebelum digunakan.

Itulah cara mudah dan murah membuat kompos dengan wadah pot, sebagaimana ditayangkan dalam Chanel Youtube Kebun Ummu Halwa, semoga bermanfaat!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2