Cara Membuat Kompos dari Sampah Dapur dengan Komposter Pot, Gampang Toh!

Klikhijau.com – Sampah organik dari sisa-sisa olahan dapur memang cukup banyak setiap harinya. Umumnya sampah dapur hanya dibuang begitu saja karena dianggap kotor dan tidak berguna. Membuang sampa...

Cara Membuat Kompos dari Sampah Dapur dengan Komposter Pot, Gampang Toh!
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Sampah organik dari sisa-sisa olahan dapur memang cukup banyak setiap harinya. Umumnya sampah dapur hanya dibuang begitu saja karena dianggap kotor dan tidak berguna.

Membuang sampah dapur dan sampah organik lainnya hingga terbuang begitu saja atau berakhir di TPA, tentu bukanlah cara bijak. Hal itu karena sejatinya sampah dapur dapat diolah menjadi sesuatu yang sangat bernilai yakni pupuk kompos.

Kompos yang dihasilkan dari fermentasi sederhana berbahan sampah dapur dapat mendukung aktivitas urban farming di rumah atau bahkan di kebun. Ada banyak cara yang bisa dipilih untuk membuat kompos, diantaranya dengan memakai media komposter.

Lalu, bagaimana bila Anda tidak memiliki komposter? Tidak perlu khawatir, sebab Anda tetap bisa membuat kompos dari sampah dapur dengan peralatan mandiri dan sederhana yakni pot tanaman. Bagaimana caranya?

Artikel ini akan memandu Anda meracik kompos dari bahan sampah dapur dengan komposter pot. Simak penjelasannya:

Langkah pertama

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan pot yang berlubang dengan ukuran besar. Siapkan sarana lainnya seperti skop kecil atau sendok tukang batu. Siapkan pula ember yang akan dijadikan sebagai media menadah cairan lindi kompos. Pilih ukuran ember yang sesuai dengan ukuran pot yang digunakan.
Langkah kedua

Langkah kedua adalah membuat starter kompos di bagian paling bawah wadah pot. Alasi dasar wadah pot dengan daun kering warna coklat. Jumlahnya harus disesuaikan dengan dasar pot atau sekitar sepuluh persen dari isi wadah.

Setelah itu, tambahkan tanah dan pupuk kandang untuk menutupi starter kompos. Seperti diketahui bahwa tanah mengandung berjuta bakteri pengurai. Sedangkan pupuk kandang akan membantu memanaskan kompos.

Idealnya kompos memiliki suhu antara 40 – 60 derajat C agar proses penguraian berlangsung optimal dan dapat memastikan terbunuhnya bakteri patogen.

Langkah ketiga

Masukkan sampah organik sisa dapur non hewani seperti sisa daun sawi, kulit pisang, sisa potongan kangkung dan lainnya. Agar hasilnya lebih maksimal, semua sampah dapur dicacah terlebih dahulu atau memotong-motongnya kecil-kecil dengan gunting. Hal ini penting agar proses penguraian berlangsung dengan cepat.

Langkah keempat

Tambahkan kembali campuran tanah dan pupuk kandang untuk menutupi bahan sebelumnya. Perlu diketahui bahwa prinsip dasar pengomposan harus memenuhi dua unsur yakni unsur nitrogen dan unsur coklat.

Unsur nitrogen dihasilkan dari sampah sisa dapur non hewani dan rerumputan. Sedangkan unsur coklat terdiri dari daun kering, sekam, serbuk gergaji, rak telur dan lainnta.

Langkah kelima

Setelah bagian pot tertutupi tanah dan pupuk kandang, masukkan unsur coklat di atasnya seperti sekam, daun kering dan lainnya. Masukkan pula unsur nitrogen dengan perbandingan Unsur Nitrogen: unsur coklat adalah 30:70.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2