Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Inspirasi hijau

Cangkang Asam Jawa Bisa Diolah jadi Penyimpan Energi Ramah Lingkungan

Klikhijau.com – Sudah sangat familiar bukan dengan asam jawa? Buah tropis ini memang paling terkenal di Asia termasuk di Indonesia. Bahkan, setiap saat asam jawa jadi bumbu spesial di dapur, khusus...

Oleh Tim Redaksi 02 Aug 2021 11:45 3 menit baca
Klikhijau.com – Sudah sangat familiar bukan dengan asam jawa? Buah tropis ini memang paling terkenal di Asia termasuk di Indonesia. Bahkan, setiap saat asam jawa jadi bumbu spesial di dapur, khususnya dalam pembuatan sayur asam dan ikan masak. Rasida (35) seorang ibu rumah tangga di Makassar misalnya mengaku memakai asam jawa juga untuk ikan goreng. “Sebelum ikannya digoreng, biasanya saya rendam dulu pakai air asam jawa. Selain memberi kesegaran pada ikan, cara ini juga dapat membuat ikan goreng lebih renyah,” cerita Rasida pada Klikhijau (1/8). Rasida juga berkisah tentang pengalaman kecilnya yang sangat senang makan buah asam jawa. “Saat masih anak-anak, pohon asam sangat banyak di kampung. Jadi, setiap waktu bisa menikmati buah asam. Paling enak yang sudah masak. Rasanya campur-campur sari. Agak kecut, tapi ada manis-manisnya,” kisahnya. Nah, buah yang telah matang dan berwarna cokelat inilah yang kemudian diolah sebagai asam dapur. Jadi, yang diambil hanya buahnya saja, sementara cangkangnya dibuang begitu saja. [irp] Dibuangnya ke alam bebas bila di desa-desa. Sebenarnya tidak terlalu berbahaya bila masih dalam jumlah sedikit, namun dalam jumlah massif tetap saja akan mencemari lahan. Daripada terbuang begitu saja tanpa guna, sejumlah pakar sains dari Nanyang Technological University (NTU) di Singapura mulai memikirkan pengolahan limbah cangkang asam jawa. Para peneliti kemudian menemukan cara untuk mengolahnya. Mereka menemukan bahwa limbah cangkang asam jawa dapat diolah menjadi lembaran karbon nano. Cangkang ini rupanya sangat kaya elemen karbon. Dilansir dari Intelligentliving, lembaran nano karbon (carbon nanosheets) ternyata adalah komponen inti dari superkapasitor, bagian ini berfungsi untuk menyimpan energi listrik dalam perangkat. Superkapasitor merupakan perangkat penyimpan energi yang banyak dipakai pada kereta api, bus, kendaraan listrik (EVs), dan elevator. Kendaraan listrik juga banyak menggunakannya yakni pada batere untuk bisa mentransfer energi secara cepat ketika kendaraan dioperasikan. [irp]
Cara membuatnya
Lalu, bagaimana cara membuatnya? Para peneliti kemudian mengumpulkan cangkang asam jawa dari, lalu dicuci. Kemudian dikeringkan dalam suhu 100°C selama 6 jam. Lalu, cangkang digerus menjadi bubuk lalu dipanggang dalam tungku pembakaran tanpa oksigen pada suhu sekira 700 sampai 900°C selama 150 menit. Hasilnya adalah bubuk olahan tersebut akan berubah jadi carbon nanosheets. Cangkang buah asam jawa memiliki karakter khas yakni strukturnya berpori. Cangkang ini mengandung karbon, sehingga cocok sebagai penyimpan energi. Tekstur pori ini bertambah saat berubah jadi carbon nanosheets, sehingga memungkinkan energi yang disimpan dapat lebih banyak. Selain kapasitasnya yang besar, cangkang asam jawa ternyata konduktor listrik yang baik dan tahan panas. Ini membuatnya potensial sebagai alternatif pilihan dalam penyimpanan energi yang lebih ramah lingkungan. Proses pembuatannya pun lebih hemat energi bila disbanding produksi nanosheets lainnya seperti dari serat rami. Walau sudah terbukti lebih ramah energi dalam prosesnya, para peneliti tetap mengembangkan metode lain agar energi yang dipakai dalam pembuatannya jauh lebih efisien lagi. Dengan begitu, manfaat yang didapat bisa lebih optimal khususnya dalam hal meminimalkan dampaknya pada lingkungan. Nah, semoga inovasi seperti ini bisa lebih dikembangkan ke depan yah, sehingga semakin minim limbah yang terbuang sia-sia di lingkungan. Simak pula manfaat buah asam jawa lebih lengkap di SINI! Semoga bermanfaat! [irp]
Topik terkait
#buah asam #asam jawa #cangkang asam jawa