Caleg, Musuh Baru Bagi Pepohonan

Klikhijau.com – Kisah ini telah lama bermukim di kepala, mendenyutkannya dengan riuh. Setiap saya melewati suatu jalan, denyutan itu pun menyerang dengan brutal. Saya lebih banyak memelankan lari m...

Caleg, Musuh Baru Bagi Pepohonan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Kisah ini telah lama bermukim di kepala, mendenyutkannya dengan riuh. Setiap saya melewati suatu jalan, denyutan itu pun menyerang dengan brutal.

Saya lebih banyak memelankan lari motor, memandang  sisi kiri dan kanan jalan yang saya lewati dengan perasaan miris.

Semisal ketika saya melewati Jalan Hertasning, Makassar, di sana ada tulisan “Mohon tidak memasang apa pun pada pohon di sepanjang  jalan ini.”

Tapi nyatanya larangan itu terlalu bisu, tulisan tak berbicara banyak bagi para Calon Legislatif (Caleg) dan sejenisnya.

Buktinya ada saja Caleg yang memasang Alat Peraga Kampanyenya (APK) di sepanjang jalan itu, cara memasangnya pun terkesan miris, sebab menyakiti pohon dengan cara memaku.

Senyum semringah para Caleg terlihat sangat ramah bagi pengendara, bagi para pengguna jalan, tapi sayang, tidak ramah bagi lingkungan, khususnya pohon.

Hal serupa saya temukan ketika menyusuri Jl. Abdullah Daeng Sirua, yang  biasa disingkat jadi Abdesir.

Para Caleg memasang APKnya dengan cara memakunya ke pohon. Bukan hanya tidak ramah lingkungan, tapi jalan terlihat  semrawut

Di jalan-jalan Kota Makassar,  sangat mudah kita temukan hal serupa itu. Caleg dan Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) banyak yang memasang APKnya di pepohonan dengan cara  dipaku.

***

Bukan hanya di Kota Makassar, sebab perjalanan saya kemarin ke Mallawa, Maros menyisakan cerita yang sama tentang pepohonan.

Di sepanjang jalan, beberapa  pohon memiliki penjaga baru. Bukan burung, semut, ulat atau apa pun yang sering menjadikan pohon sebagai “rumah”.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2