Cahaya Buatan, Dapat Mengacaukan Kehidupan Dunia satwa

Klikhijau.com – Cahaya dan kehidupan. Dua hal tak terpisah. Namun, kebanyakan cahaya—tanpa adanya gelap. Kehidupan akan kacau balau. Kenapa demikian, karena gelap pun dibutuhkan untuk hidup, bukan...

Cahaya Buatan, Dapat Mengacaukan Kehidupan Dunia satwa
Bacakan Artikel

Menurut ilmuwan riset Christopher Kyba, untuk hewan nokturnal, ”penemuan cahaya buatan mungkin mewakili perubahan paling drastis yang dilakukan manusia terhadap lingkungan mereka”.

“Predator menggunakan cahaya untuk berburu, dan spesies mangsa menggunakan kegelapan sebagai penutup,” Kyba menjelaskan “Di dekat kota, langit berawan sekarang ratusan, atau bahkan ribuan kali lebih terang daripada 200 tahun yang lalu. Kami baru mulai mempelajari betapa drastisnya pengaruh ini terhadap ekologi nokturnal,” lanjutnya.

Juga berdampak pada habitat lahan basah

Silau dari lampu buatan juga dapat berdampak pada habitat lahan basah yang merupakan rumah bagi amfibi seperti katak dan kodok, yang suara seraknya di malam hari adalah bagian dari ritual berkembang biak. Lampu buatan mengganggu aktivitas malam hari ini, mengganggu reproduksi dan mengurangi populasi.

Sementara bagi bayi penyu, lampu ataua cahaya buatan dapat membawanya pada kematian. Itu karena penyu hidup di laut. Namun,  menetas pada malam hari di darat atau  pantai.

Tukik menemukan laut dengan mendeteksi cakrawala cerah di atas lautan. Lampu buatan menarik mereka menjauh dari laut. Di Florida saja, jutaan tukik mati dengan cara ini setiap tahun.

Tidak hanya serangga dan penyu, tetapi juga lampu buatan berdampak pula pada burung. Sebagaimana kita ketahui, banyak burung yang bermigrasi atau berburu di malam hari bernavigasi dengan cahaya bulan dan cahaya bintang.

Nah, cahaya buatan dapat menyebabkan mereka mengembara keluar jalur dan menuju lanskap malam kota yang berbahaya. Setiap tahun jutaan burung mati bertabrakan dengan bangunan dan menara yang tidak perlu diterangi.

Burung yang bermigrasi bergantung pada isyarat dari jadwal musiman yang waktunya tepat. Lampu buatan dapat menyebabkan mereka bermigrasi terlalu dini atau terlalu terlambat dan kehilangan kondisi iklim yang ideal untuk bersarang, mencari makan, dan perilaku lainnya.

“Ketika kita menambahkan cahaya ke lingkungan, itu berpotensi mengganggu habitat, seperti menjalankan buldoser di atas lanskap,” ujar Chad Moore, mantan National Park Service.

Namun, saat ini hidup tanpa cahaya buatan (lampu) nyaris menjadi sesuatu yang mustahil. Karenanya dibutuhkan kesadaran yang tinggi, agar mengurangi cahaya lampu pada malam hari. Caranya mematikan lampu, misalnya memadam lampu taman, teras, dan lampu jalan saat hendak tidur.

Sumber: Darksky

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2