Burung Merpati, Tukang Pos Terbang yang Berharga Fantastis

Klikhijau.com - Anak burung merpati itu disuapi Ati. Ada tiga ekor yang ia suapi. Awalnya saya mengira anak ayam yang kehilangan induknya. Tapi, dugaan saya keliru. Ati dengan telaten menyuapi anak...

Burung Merpati, Tukang Pos Terbang yang Berharga Fantastis
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Kemampuan mengingat itu dan kemampuan terbang yang luar biasa itu, menjadikannya pilihan untuk mengantar pesan. Ia adalah tukang pos terbang yang digunakan orang-orang zaman dahulu. Saat alat komunikasi belum segencar sekarang.

Digunakan dalam film

Peran merpati sebagai tukang pos, masih bisa kita saksikan dalam adegan film-film kolosal berlatar tempo dulu.

Perihal film yang menggunakan merpati sebagai alat komunikasi dan pengantar pesan, saya temukan banyak digunakan dalam film-film kolosal Turki. Film yang bertema sejarah itu dirilis berseri atau serial.

Sejak berkenalan dengan serial Dirilis Ertugrul (bapak dari Osman yang merupakan pendiri kesultanan Turki Utsmaniyah). Saya mulai jatuh cinta pada film-film kolosal turki. Meminggirkan tontonan film india yang juga saya sukai.

Tercatat, saat ini saya mengikuti empat serial Turki, Kuruluş Osman, Alparslan Büyük Selçuklu, Barbaroslar Akdeniz’in Kılıcı  dan juga Destan (Kisah Epik). Dua film serial lainnya telah usai saya tonton, Dirilis Ertugrul dan Uyanış: Büyük Selçuklu

Hanya saja menonton serial ini butuh waktu, satu episode berdurasi dua jam lebih. Jumlah episodenya dalam satu serial pun menumpuk, misalnya Dirilis Ertugrul memiliki 150 episode.

Ada kesamaan dalam serial yang saya ikuti itu, yakni penggunaan burung merpati sebagai pengantar pesan atau informasi.

Boleh dibilangm burung ini memiliki peran yang sangat penting dalam film kolosal Turki. Kehadirannya  mampu menghidupkan serial yang bikin deg-degan itu.

Di beberapa adegan dalam serial tersebut, kerap ditampilkan gedung khusus, tempat memelihara merpati atau sarang merpati. Sarang itu tak sekadar sarang, tapi juga sebagai pusat segala informasi dari berbagai penjuru.

Menurut sejarah,  burung dara atau merpati telah dikenal sejak kerajaan Mesir, tepatnya sejak abad ke-20 sebelum Masehi.

Sejarah mencatat, burung ini  pertama kali ditemukan di Mesir kuno. Sementara di Indonesia, burung ini masuk karena dibawa oleh para pedagang.

Saat ini, burung dengan habitat awal di pesisir pantai itu sangat mudah ditemukan hampir di seluruh dunia, baik di kawasan hutan, pedesaan, perkotaan, terestrial hingga ke gurun yang terkenal gersang dan kering.

Berharga fantastik dan jadi jadi nama band

Terlepas dari sifat “rakusnya” yang suka menerabas masuk rumah—memakan apa saja. Keindahan dan kejinakannya membuat burung ini banyak dipelihara, seperti yang dilakukan oleh Ati, yang rela menyuapinya.

Dewasa ini, selain dijadikan burung peliharaan, burung merpati pun kerap dijadikan sebagai tontonan dalam perlombaan.

Burung merpati yang sering menang, akan memiliki harga yang sangat fantastik, semisal burung merpati yang bernama Jaguar dan Rampok.

Jaguar adalah burung merpati yang berasal dari pekalongan, pemiliknya, Muhammad Juned. Pada  27 September 2021, Juned berhasil menjualnya dengan harga yang bikin melongo, Rp1,5 miliar.

Selepas Jaguar bikin heboh, datanglah Rampok yang menenggelamkan harga Jaguar. Merpati milik Yunius Martin itu laku terjual hingga Rp2 miliar rupiah.

Namun, rekor harga burung merpati masih dipegang oleh merpati balap asal Belgia. Merpati itu mencetak rekor dunia diusianya yang baru tiga tahun. Ia laku  terjual dengan harga 1,6 juta euro atau setara Rp26 miliar.

Di Indonesia, nama burung merpati tak hanya disematkan pada burung berbulu halus itu, tapi juga dijadikan sebagai nama maskapai penerbangan hingga nama band. Bahkan di Bulukumba, Sulawesi Selatan, nama burung ini diabadikan menjadi nama pantai, yakni Pantai Merpati yang berlokasi di Kota Bulukumba.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2