Bukan karena Hujan, Sabaria
kukatakan padamu sekali lagi, sabaria. bukan hujan mengantar banjir ke rumahmu, bukan. air hanya sedang rindu ingin tidur di tempat paling rendah dari gunung...
Bukan karena Hujan, Sabaria
kukatakan padamu sekali lagi, sabaria. bukan hujan mengantar
banjir ke rumahmu, bukan. air hanya sedang rindu ingin
tidur di tempat paling rendah dari
gunung
dan
api yang sedang mengamuk di kotamu itu, bukan api yang memanggang ayam
kampung yang kau sajikan saat aku ke rumahmu. di tahun-tahun lalu, sebelum jarak membuat petanya sendiri.
api itu, adalah kehangatan Tuhan yang selalu kau tanggapi dingin panggilannya
sekali lagi kukatakan padamu, sabaria, yang kau anggap
gempa itu, bukanlah gempa. hanya bangkulahang yang sedang terbangun dari tidurnya. terusik oleh suara musikmu
Tuhan tak sedang marah, sabaria. Dia hanya sedang ingin kau kunjungi lebih sering daripada warung kopi
Kindang, Januari 2024
[irp]
Api
wahai kekasihku yang sedang malang. aku datang padamu sebagai api.
kau tahu betul sifat api, ia menghangatkan, mematangkan
onde-onde yang sedang kau siapkan sebagai bentuk syukur atas tibaku
kau juga tahu betul, api itu menghidupkan dan mematikan. aku datang padamu sebagai apa yang sedang kau ingin
aku bisa jadi api melahap semua ingkarmu, atau mematangkan onde-onde yang sedang kau masak
di ujung jalan sana, kau lihat api berubah amuk. melahap gedung, rumah, kantor, mobil, dan keangkuhan
manusia
api adalah aku dan dirimu pada satu sempat yang diabaikan
Kindang, Januari 2025
[irp]
Perihal Hujan bagi Ibu
sejak pagi ayah telah sibuk membongkar atap rumah. hujan sedang mengintip dari jauh.
hujan kadang tiba menjenguk dapur ibu. membuat kayu bakar yang telah dikeringkan kembali basah. api tak bara dari dapur. hanya asap memerikan mata
digantilah atap yang bocor itu oleh ayah. dan ibu menatap ayah penuh rahasia
hujan bagi ibu tak lagi tentang menumbuhkan
tire, tapi mengirim resah ke kepalanya yang lupa istirahat.
Kindang, Januari 2025
[irp]
Jagung Bakar Tuan Presiden
aku mengira-ngira tuan presiden sedang ingin makan jagung bakar. dibakarnyalah sebatang pohon mahoni. apinya kecil sekali. diambilnya ranting cemara kering. api bernyawa sembilan. dilahapnya ranting cemara itu. batang mahoni dan kelamin tuan presiden.
nyawa api bertambah jadi tiga belas. bergemuruh serupa banteng sedang kasmaran atau gelombang merindu pantai setelah bertahun-tahun tertahan tanggul
reklamasi
tuan presiden kini kehilangan kelamin, jagung yang kukira akan dibakar lalu dilahap dengan sambal balado itu tak pernah kelihatan bijinya.
api datang memanggang kota tuan presiden yang sedang dipimpinnya dengan saku lebar menghadap ke atas.
Januari 2025
[irp]