Boroco, Tanaman Obat Potensial yang Dibiarkan Tumbuh Liar
Klikhijau.com – Hujan sedang menderas. Pemandangan pagi terasa buram. Namun, bunga boroco yang tumbuh tak sengaja di bawah pohon cengkih—di depan rumah tetap eksotis. Tumbuh tak sengaja karena bung...
Klikhijau.com – Hujan sedang menderas. Pemandangan pagi terasa buram. Namun, bunga boroco yang tumbuh tak sengaja di bawah pohon cengkih—di depan rumah tetap eksotis.
Tumbuh tak sengaja karena bunga itu tak ditanam—tumbuh dengan sendirinya. Ibu memang pernah memelihara bunga boroco dan tumbuh sangat subur.
Namun, sifatnya yang mati setelah setelah berbunga. Membuat budidayanya terasa tak menarik. dibutuhkan sifat rajin untuk menggantinya setiap saat—saat yang tua sudah tiada.
Perkembangbiakannya terbilang cepat, karena berkembang biak dengan biji. Tanaman ini memiliki bunga yang sangat kecil. Saking kecilnya, dalam satu ukuran satu ons bisa mencapai hingga 43.000 biji.
[irp]
Berjenis kelamin ganda dan kaya manfaat
Ia merupakan tumbuhan berbunga hermaprodit (berkelamin ganda). Memiliki jenis bunga yang indah, seperti yang tumbuh di depan rumah—di bawah pohon cengkih. Memiliki warna merah jambu yang bersusun rapi. Bunga bernama ilmiah Celosia argentea ini, selain bisa sebagai tanaman hias, juga berfungsi sebagai tanaman herbal. Khususnya bunga boroco merah. Tanaman berasal dari daerah tropis ini memiliki warna bunga cerah nan indah. Meski begitu, di Cina dan India dikenal sebagai gulma bermasalah. Untuk boroco merah, seperti yang terdapat di depan rumah itu, menurut Preety J dan Saranya V.T.K, (2015) ekstrak daunnya pada dosis 100 mg memiliki aktivitas antioksidan. Sehingga dapat digunakan menjadi pelindungan terhadap kerusakan oksidatif pada sel-sel tubuh. Hal itu dikarenakan daun boroco merah mengandung senyawa alkaloid, tanin, saponin, flavonois, asam amino, dan polifenol. Kandungan tersebut dapat berperan sebagai antioksidan. Sementara sifat utama dari antioksidan adalah melindungi sistem sel dan organ tubuh dari ROS atau Spesies 0ksigen Reaktif. Hal itu mampu menangkap dan menangkal radikal bebas yang dapat mengoksidasi asam nukleat, lipid maupun DNA serta protein. Urmila GH pada tahun 2014 pernah melakukan penelitian tentang tumbuhan ini. Urmila menemukan jika ekstrak daun boroco merah pada dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB efektif sebagai agen anti hiperlipidemik pada tikus yang diberi diet kolesterol tinggi. Sedangkan pada penelitian Rukhsana A (2015) menegaskan jika ekstrak daun Celosia argentea L. pada dosis 50 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB berpotensi sebagai agen immunomodulator dan dapat diberikan sebagai alternatif untuk terapi yang membutuhkan immunomodulator.. Sementara itu Mega Selvina dkk (2017) mengemukanan jika ekstrak etanol tanaman herbal ini memiliki efek dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus Hiperkolesterolemia-Diabetes. Selain itu, ekstrak etanol pada daunnya dengan dosis 100 mg/kg BB merupakan dosis yang efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah. Melihat hasil penelitian di atas. Setidaknya bisa ditarik kesimpulan bahwa tanaman ini memiliki sangat potensial sebagai tanaman obat. [irp]Taksonomi tanaman boroco
- Divisi : Tracheophyta
- Upadivisi : Spermatophytina
- Klad : Angiosperms, mesangiosperms, eudicots, dan core eudicots
- Ordo : Caryophyllales
- Famili : Amaranthaceae
- Upafamili : Amaranthoideae
- Genus : Celosia
- Spesies : Celosia argente