Bioplastik, Pengertian, Jenis, Cara Pembuatan serta Kelebihan dan Kelemahannya
Klikhijau.com – Apa itu bioplastik? Apa bedanya dengan plastik konvensional? Benarkah jenis satu ini bisa jadi solusi masa depan? Artikel ini akan memandu Anda memahami lebih lengkap mengenai biopl...
Klikhijau.com – Apa itu bioplastik? Apa bedanya dengan plastik konvensional? Benarkah jenis satu ini bisa jadi solusi masa depan?
Artikel ini akan memandu Anda memahami lebih lengkap mengenai bioplastik atau plastik biodegradable. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa bioplastik adalah suatu jenis plastik ramah lingkungan yang dapat terurai oleh mikroorganisme serta seluruh komponennya terbuat dari bahan baku yang dapat diperbaharui.
Pada umumnya, bioplastik terbuat dari pati, minyak nabati dan mikrobiota. Struktur kimia dari bioplastik akan mengalami perubahan yang sekaligus memengaruhi sifat-sifatnya karena pengaruh mikroorganisme sehingga dapat terurai dengan mudah dalam tanah.
Bioplastik terbuat dari biopolimer yakni sejenis polimer yang tersusun atas biomassa yang memiliki sifat dapat diperbaharui. Plastik biodegradable dapat dipakai sebagai kemasan karena tidak mudah ditembus uap air. Karenanya jenis ini dapat dipakai sebagai kemasan alternatif.
Bila terbakar, bioplastik tidak menghasilkan senyawa kimia berbahaya, sebagaimana plastik biasa. Bila terbuang ke tanah, bioplastik justru akan memperbaiki kesuburan tanah karena hasil penguraian mikroorganisme meningkatkan unsur hara dalam tanah.
Bioplastik dapat digunakan untuk pengemasan produk-produk pangan. Karenanya, plastik biodegradable dinilai sebagai plastik ramah lingkungan yang tidak memberi dampak berbahaya bagi lingkungan.
[irp]
Keuntungan lain dari bioplastik sebagai pengemas bahan pangan adalah mampu memperpanjang umur simpan produk dan tentu saja sangat ramah lingkungan.
Jenis-jenis bioplastik
Menurut Widyasari (2010), berdasarkan bahan dasarnya, bioplastik terdiri dari tiga jenis antara lain:-
Campuran biopolimer dengan polimer sintetis
-
Polimer mikrobiologi
-
Polimer pertanian
Komponen penyusun bioplastik
Menurut Nahwi (2016), komponen penyusun bioplastik terdiri dari beberapa jenis, sebagai berikut:-
Hidrokoloid
-
Lipida
-
Komposit
Proses pembuatan bioplastik
Menurut Widyasari (2010), terdapat beberapa metode yang dikembangkan dalam pembuatan bioplastik, dapat dilihat pada penjelasan di bawah ini:- Metode Isobe (1991). Pada metode ini bahan dasar (zein) dilarutkan dalam aseton dengan air 30% (v/v) atau etanol dengan air 20% (v/v). Kemudian ditambahkan bahan pemplastik (lipida atau gliserin), dipanaskan pada suhu 50 derajat C selama 10 menit. Selanjutnya dilakukan percetakan pada casting dengan menuangkan 10 ml campuran kepermukaan plat polietilen yang licin. Bahan dibiarkan selama 5 jam pada suhu 30 sampai 45 derajat C. Film yang terbentuk dilepaskan dari permukaan cetakan, dikeringkan dan disimpan.
- Metode Frinault (1997). Bioplastik ini dibuat dengan bahan dasar (kasein) menggunakan pencetak ekstruder dengan beberapa tahap proses yang terdiri dari pencampuran bahan dasar dengan aseton/etanol-air, penambahan pemplastik, pencetakan ekstruder kemudian pengeringan film.
- Metode Yamada (1995). Bioplastik ini terbuat dari bahan dasar (zein) yang dilarutkan dalam etanol 80%. Ditambahkan pemplastik, dipanaskan pada suhu 60 derajat C sampai 70 derajat C selama 15 menit. Campuran kemudian dicetak pada autocasting machine. Selanjutnya dibiarkan selama 3-6 jam.
- Mencampur pati dengan plastik konvensional (PE atau PP) dalam jumlah kecil (10-20%).
- Mencampur pati dengan turunan hasil samping minyak bumi, seperti PCL, dalam komposisi yang sama (50 %).
- Menggunakan proses ekstruksi untuk mencampur pati dengan bahan-bahan seperti protein kedelai, gliserol, alginate, lignin dan sebagainya sebagai bahan plasticizer.
Kelemahan bioplastik
Dibandingkan dengan plastik biasa atau plastik konvensional, bioplastik memiliki kekurangan dari segi biaya produksinya. Hingga kini, teknologi pembuatan bioplastik harus menghabiskan ongkos yang sangat mahal dibanding plastik biasa. Kelemahan lainnya adalah pada daya tahan bioplastik yang dianggap sangat minim ketimbang plastik biasa. Bioplastik tidak sekuat dan sefleksibel plastik konvensional. Bahkan disinyalir tidak tahan panas, sehingga pada penggunaannya masih terbatas. Demikianlah penjelasan mengenai bioplastik, kelebihan dan kekurangannya serta jenisnya. Kita berharap, kedepan ada teknologi tepat yang dapat menghasilkan bioplastik yang memiliki kemampuan sama dengan plastik biasa, sehingga jenis ini dapat menjadi pilihan terbaik yang ramah lingkungan. Semoga bermanfaat!- Sumber: kajianpustaka.com dan klikhijau.com