Biofase, Ubah Biji Alpukat Jadi Peralatan Makan Bioplastik

oleh -295 kali dilihat
Biofase, Ubah Biji Alpukat Jadi Peralatan Makan Bioplastik
Biji alpukat, bisa digunakan jadi peralatan makan bioplastik/foto-ist
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Tergerak untuk mencari bahan alternatif plastik yang ramah lingkungan, seorang insinyur biokimia Meksiko bernama Scott Munguia telah menemukan bahan untuk membuat bioplastik yang berasal dari biji alpukat.

Disebut Biofase, bisnis ini menggunakan biji alpukat untuk membuat alat makan dan sedotan yang mengandung 70 persen konten biomassa. Produk ini sangat kuat, cocok untuk makanan panas dan dingin.

Produk ini adalah yang pertama dibuat dari sumber yang sepenuhnya terbarukan dan berkelanjutan. Biofase dibuat dengan memanfaatkan limbah agroindustri yang mudah ditemukan di negaranya.

KLIK INI:  Di Tangan Ilmuwan Inggris, Sampah Plastik Disulap Jadi Listrik

Meksiko, salah satu negara yang memproduksi 300.000 pon alpukat , atau sekitar 50 persen dari pasokan dunia. Biofase menggunakan 15 ton biji alpukat sehari untuk memasuki pasar global untuk bioplastik yang diperkirakan bernilai $ 5,8 miliar pada tahun 2021.

Munguia mendapatkan ide untuk membuat bioplastik ketika ia masih mahasiswa teknik kimia pada tahun 2012. Setelah melihat foto molekul jagung yang digunakan untuk membuat bioplastik.

Ia menyadari bahwa molekul biji alpukat mungkin menjadi alternatif lain yang bagus untuk industri bioplastik. Lalu pada tahun 2013, Munguia mulai mendirikan Biofase yang terletak di jantung industri alpukat Meksiko.

KLIK INI:  Karya-Karya Kreatif Komunitas Limbah Pustaka yang Layak Ditiru Selama Puasa
Kelebihan kandungan alpukat

Dia menguji sifat-sifat bahan baku seperti mangga dan biji sapote mamey, buah krem ​​dan manis yang berasal dari Meksiko. Setelah memutuskan alpukat sebagai bahan utama, Mungía menghabiskan 1,5 tahun mencari cara untuk mengekstrak senyawa molekuler dari biji alpukat.

Dari hasil ekstraksi kemudian didapat biopolimer, yang dapat dicetak menjadi berbagai produk. Peralatan makan dari biji alpukat ini dapat terurai. Hanya membutukan waktu 240 hari saja setelah pemakaian dan terpapar dengan unsur lain atau terkubur di dalam tanah.

Proses penguraian akan lebih cepat dibanding botol plastik yang membutuhkan waktu 450 tahun untuk terurai. Sedangkan, kantong plastik membutuhkan waktu 10 hingga 1.000 tahun untuk rusak.

KLIK INI:  Kreatif, Ilmuwan Asal Meksiko Sulap Kaktus Jadi Kantong Ramah Lingkungan

Dengan tim yang terdiri dari 14 karyawan, Biofase memproduksi 130 ton produk plastik biodegradable di pabrik Morelia setiap bulan. Pada bulan November, perusahaan berencana untuk membuka pabrik dengan kapasitas 700 ton per bulan.

Dalam proses produksinya, biji alpukat yang digunakan Biofase diperoleh dari sebuah perusahaan pertanian alpukat lokal bernama Simplot. Munguia memanfaatkan biji-biji alpukat yang dibuang ke tempat pembuangan sampah oleh perusahaan sehingga secara tidak langsung ia juga membantu mengurangi limbah pertanian.

Jadi bukan hanya biaya produksinya yang murah, Biofase juga melakukan persaingan pasar dengan menjaga harga produk agar tetap sama dengan plastik konvensional. Tertarik mencobanya? Segera pesan produknya melalui web resmi Biofase.

KLIK INI:  Kenalkan, Ini Pengganti Sedotan Plastik yang Sehat dan Ramah Lingkungan