Bersama ICRAF, Sulsel Menyusun Peta Jalan Ekonomi Hijau

Klikhijau.com - Beragam wajah menghiasi salah satu ruangan Hotel Maxone, Makassar. Mereka adalah perwakilan pejabat pemerintah, perwakilan kabupaten dan kota, aktivis lingkungan, peneliti, hingga pela...

Bersama ICRAF, Sulsel Menyusun Peta Jalan Ekonomi Hijau
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Beragam wajah menghiasi salah satu ruangan Hotel Maxone, Makassar. Mereka adalah perwakilan pejabat pemerintah, perwakilan kabupaten dan kota, aktivis lingkungan, peneliti, hingga pelaku usaha kecil. Mereka tidak sekadar hadir untuk mendengar paparan, melainkan untuk menjadi bagian dari sebuah perjalanan panjang transformasi Sulawesi Selatan menuju ekonomi hijau.

Bagi Sulawesi Selatan, pembangunan hijau bukan lagi jargon. Di banyak desa, masyarakat sudah merasakan bagaimana perubahan iklim memengaruhi kehidupan sehari-hari. Di Kabupaten Soppeng, misalnya, Hasan seorang petani padi berusia 47 tahun mengaku panennya tidak lagi seperti dulu. Musim tanam menjadi tidak menentu, dan sawahnya beberapa kali tergenang banjir.

“Dulu, air sungai jadi berkah. Sekarang, kalau hujan deras, kami malah khawatir. Panen bisa gagal,” katanya lirih.

Kisah Hasan bukan satu-satunya. Di Luwu Timur, Maryam, seorang petani kakao, juga merasakan dampak yang sama. Pohon-pohon kakaonya yang dulu subur kini sering terserang hama.

[irp]

“Kami butuh cara baru bertani, kalau tidak hasilnya terus menurun,” ujarnya.

Situasi inilah yang mendorong lahirnya Rencana Pertumbuhan Ekonomi Hijau atau Green Growth Plan (GGP). Rencana ini disusun bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Bappelitbangda dengan dukungan ICRAF Indonesia, serta melibatkan berbagai pihak dari masyarakat sipil hingga organisasi perempuan.

“Sulawesi Selatan punya potensi besar dari sektor berbasis lahan. Tapi kita tidak bisa lagi hanya mengejar pertumbuhan angka. Kita harus membangun dengan cara yang menjaga daya dukung lingkungan,” ujar Inyo, Kabid Perekonomian dan SDA Bappelitbangda Sulsel.

[irp]

Direktur ICRAF Program Indonesia, Andre Ekadinata, menjelaskan pentingnya rencana ini sebagai peta jalan masa depan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2