Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Literasi Lingkungan

Berlirik Pilu, Ini Sederet Lagu Indonesia yang Berkisah tentang Bencana Alam

Klikhijau.com – Tidak ada yang mengharapkan bencana alam terjadi. Namun, kedatangannya tidak bisa dihindari. Ketika terjadi bencana alam, manusia meresponsnya dengan berbagai cara, misalnya para mu...

Oleh Tim Redaksi 11 Dec 2021 00:10 4 menit baca
Klikhijau.com – Tidak ada yang mengharapkan bencana alam terjadi. Namun, kedatangannya tidak bisa dihindari. Ketika terjadi bencana alam, manusia meresponsnya dengan berbagai cara, misalnya para musisi, banyak di antara mereka yang menciptakan lagu untuk meresponsnya. Tujuan dari lagu yang mereka ciptakan dan nyanyikan, untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya menjaga alam ini. Lagu-lagu mereka tak lekang waktu, terus saja bersuara “nyaring” menyadarkan kita akan pentingnya merawat alam beserta isinya. Bahkan lagu-lagi itu semakin relevan sekarang ini, di mana bencana alam lebih kerap terjadi. [irp] Berikut beberapa lirik lagu dari musisi Indonesia yang merespons  bencana alam yang terjadi:

Bencana--Rhoma Irama

  Masih perlukah air mata Untuk menangisi dunia Yang selalu dilanda bencana Macam-macam malapetaka Gempa bumi banjir badai topan Yang selalu membawa korban Dan juga ganasnya peperangan Yang menghantui kehidupan Seakan-akan di dunia Tiada lagi keamanan Seakan-akan di dunia Tiada lagi ketenteraman Apakah ini akibat kesombongan manusia Karena sudah merasa menundukkan semesta Agama cuma di lisan tak lagi diamalkan Keimanan pada Tuhan cuma berupa slogan [irp]

Sherina - Indonesia Menangis

  Tuhan marahkah kau padaku Inikah akhir duniaku Kau hempaskan jarimu di ujung banda Tercenganglah seluruh dunia Tuhan mungkin Kau abaikan Tak ku dengarkan peringatan Kusakiti Engkau sampai perut bumi Maafkan kami ya robbi Engkau yang perkasa pemilik semesta Biarkanlah kami songsong matahari Engkau yang pengasih ampunilah dosa Memang semua ini kesalahan kami Oh... Tuhan ampuni kami Ou..oh... Tuhan tolonglah kami Tuhan ampuni kami Tuhan tolonglah kami [irp]

Untuk Kita Renungkan-- Ebiet G. Ade

  Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih Suci lahir dan di dalam batin Tengoklah ke dalam sebelum bicara Singkirkan debu yang masih melekat Ho-oh, singkirkan debu yang masih melekat Du-du-du-du-du Du-du-du-du, oh Oh, oh, oh-oh Anugerah dan bencana adalah kehendak-Nya Kita mesti tabah menjalani Hanya cambuk kecil, agar kita sadar Adalah Dia di atas segalanya Ho-oh, adalah Dia di atas segalanya Anak menjerit-jerit Asap panas membakar Lahar dan badai menyapu bersih Ini bukan hukuman Hanya satu isyarat Bahwa kita mesti banyak berbenah Memang bila kita kaji lebih jauh Dalam kekalutan masih banyak tangan Yang tega berbuat nista, ho-ho Tuhan pasti telah memperhitungkan Amal dan dosa yang kita perbuat Ke manakah lagi kita 'kan sembunyi? Hanya kepada-Nya kita kembali Tak ada yang bakal bisa menjawab Mari hanya runduk sujud pada-Nya Du-du-du-du-du Du-du-du-du, oh Oh, oh, oh-oh Du-du-du-du-du Du-du-du-du, oh Oh, oh, oh-oh Kita mesti berjuang memerangi diri Bercermin dan banyaklah bercermin Tuhan ada di sini, di dalam jiwa ini Berusahalah agar Dia tersenyum Ho-oh, berusahalah agar Dia tersenyum Du-du-du-du-du Du-du-du-du, oh Oh, oh, oh-oh Du-du-du-du-du Du-du-du-du, oh [irp]

Bencana Alam -- Iwan Fals

Sekian manusia resah menatap wajah sesamanya Duka karena bencana Petaka menimpa diri dan dalam hatinya berkata Besarkah dosa hamba ? Menjelang saat ajal daku membayang Gapai tangan minta Tolong semua Bencana alam melandanya Kehendak yang kuasa Peringatan kah bagi kita ? Manusia di dunia Karena kita tlah saling cinta harta benda dan kuasa Tanpa pandang kebenaran Dan tanpa pandang keadilan Bencana alam melandanya Tiada seorangpun kuasa menekan Bencana alam melandanya Miskin kaya kana petaka yang sama Akhirnya ku merenung pula Mengapa bencana alam meraja ? Oh oh aku tak kuasa Mungkinkah kau merenung juga ? Mengapa bencana alam meraja ? Oh oh ampunilah yang kuasa Oh oh ampunilah semua [irp]

Berita Kepada Kawan -- Ebiet G. Ade

  Perjalanan ini trasa sangat menyedihkan Sayang engkau tak duduk disampingku kawan Banyak cerita yang mestinya kau saksikan Di tanah kering bebatuan Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan Hati tergetar menampak kering rerumputan Perjalanan ini pun seperti jadi saksi Gembala kecil menangis sedih Kawan coba dengar apa jawabnya Ketika ia kutanya mengapa Bapak ibunya tlah lama mati Ditelan bencana tanah ini Sesampainya di laut kukabarkan semuanya Kepada karang kepada ombak kepada matahari Tetapi semua diam tetapi semua bisu Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit Barangkali di sana ada jawabnya Mengapa di tanahku terjadi bencana Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang Kawan coba dengar apa jawabnya Ketika ia kutanya mengapa Bapak ibunya tlah lama mati Ditelan bencana tanah ini Sesampainya di laut kukabarkan semuanya Kepada karang kepada ombak kepada matahari Tetapi semua diam tetapi semua bisu Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit Barangkali di sana ada jawabnya Mengapa di tanahku terjadi bencana Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang [irp]
Topik terkait
#bencana alam #lagu indonesia #lirik lagu #respons atas bencana alam #menjaga alam