Berbasis Data Terbaru, Kemenhut Perkuat Kolaborasi Konservasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli

Klikhijau.com – Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli tetap menjadi sorotan. Kedua satwa endemik Indonesia itu boleh dikatakan berada di ambang kritis. Agar kedua satwa ini tetap lestari, maka perl...

Berbasis Data Terbaru, Kemenhut Perkuat Kolaborasi  Konservasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli
Bacakan Artikel

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Heri Wahyudi Marpaung, menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen mendukung pelestarian Orangutan Sumatera melalui penguatan kolaborasi di tingkat tapak.

"Orangutan tidak hanya hidup di dalam kawasan konservasi, tetapi juga bergerak melintasi hutan lindung, hutan produksi, hingga areal penggunaan lain. Karena itu, upaya konservasi harus dilakukan secara kolaboratif oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan hutan, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat agar perlindungan habitat dan populasi orangutan dapat berjalan secara optimal," ujar Heri Wahyudi Marpaung.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah memberikan mandat kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara untuk memperkuat pengelolaan hutan lindung dan hutan produksi sebagai bagian dari upaya konservasi orangutan. Di sisi lain, pemerintah kabupaten dan kota juga didorong untuk berperan aktif dalam pengelolaan areal penggunaan lain (APL), mengingat bentang jelajah orangutan tidak dibatasi oleh fungsi kawasan hutan maupun batas administrasi.

Selain mendiseminasikan hasil survei populasi secara transparan dan berbasis bukti ilmiah, seminar nasional ini juga menjadi titik awal penyusunan Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) Orangutan Sumatera dan Orangutan Tapanuli Tahun 2026. Dokumen tersebut akan menjadi landasan ilmiah dalam penyusunan dan penyempurnaan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) kedua spesies.

Sejalan dengan Rencana Strategis Kementerian Kehutanan, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem terus memperkuat upaya menjaga kelestarian fungsi ekologis keanekaragaman hayati, meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi, serta memperkuat tata kelola perlindungan keanekaragaman hayati di dalam maupun di luar kawasan hutan melalui pengembangan areal preservasi.

Menutup sambutannya, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan bahwa pelaksanaan survei populasi dan penyusunan Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045 yang menempatkan perlindungan spesies dan keanekaragaman hayati sebagai prioritas nasional.

"Pelaksanaan survei populasi dan penyusunan PHVA menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi IBSAP 2025–2045 yang menempatkan perlindungan spesies dan keanekaragaman hayati sebagai prioritas nasional. Karena itu, sinergi seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar konservasi Orangutan Sumatera dan Orangutan Tapanuli dapat berjalan secara sistematis, adaptif, dan berkelanjutan," tegas Wakil Menteri.

Melalui seminar nasional ini, Kementerian Kehutanan berharap lahir berbagai rekomendasi strategis yang dapat memperkuat arah kebijakan konservasi orangutan di Indonesia.

Masukan dari para pemangku kepentingan akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan strategi konservasi yang lebih efektif, inklusif, dan adaptif.

Dengan semangat kolaborasi dan landasan data ilmiah yang kuat, Kementerian Kehutanan berkomitmen terus menjaga kelestarian Orangutan Sumatera dan Orangutan Tapanuli sebagai warisan keanekaragaman hayati Indonesia bagi generasi mendatang.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2