Benarkah Pertanian Lebih Sehat dengan Bioprospecting Mikroba?
Klikhijau.com - Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) sedang mengembangkan bioprospecting mikroba berguna sebagai upaya untuk meningkatkan produk...
Klikhijau.com - Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) sedang mengembangkan bioprospecting mikroba berguna sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian sehat tanpa pupuk kimia dan pestisida.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosisitem (KSDAE), Wiratno menuturkan hasil tersebut menandakan kawasan hutan konservasi memiliki nilai sumberdaya biologi yang sangat penting dalam menunjang kegiatan budidaya masyarakat sekitar.
“Temuan ini merupakan bukti bahwa betapa pentingnya kawasan konservasi. Bukan hanya kaitannya dengan perubahan iklim, habitat satwa liar, air, dan wisata alam itu sudah biasa. Sedangkan penemuan ini merupakan hal yang luar biasa,” ujar Wiratno.
[irp posts="3030" name="Mengesankan, Ternyata Tumbuhan Bisa Tahu Siapa yang Memakannya"]
Wiratno juga mengungkapkan kegiatan eksplorasi, dan pemanfaatan mikrob berguna asal taman nasional, bisa menjadi model kontribusi taman nasional, sebagai solusi memecahkan masalah pertanian pegunungan dan perubahan iklim.
"Saat ini, mikrob berguna asal TNGC tersebut sedang diteliti lanjut untuk mengkaji pengaruhnya pada berbagai tanaman dan dasar fisiologinya," tambahnya.
Penelitian yang dipimpin Dr. Suryo Wiyono dari Laboratorium Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB, melibatkan 37 sampel. Sampel dikumpulkan dari tanah, akar-akaran, dan daun dari berbagai tanaman di kawasan TNGC untuk mendapatkan mikrob berguna.
[irp posts="2655" name="Peneliti AS Temukan Cara Hasilkan Tanaman Lebih Besar dari Seharusnya"]
Diterangkannya, hasil eksplorasi juga menemukan isolat bakteri pemacu pertumbuhan (Plant Growth Promoting Rhizobacteria/PGPR) yaitu C71 yang mampu meningkatkan panjang akar bibit tomat 42.35 %, dan meningkatan daya kecambah sebesar 178 %. PGPR tersebut juga mampu membuat tomat lebih tahan penyakit bercak daun.
Selanjutnya, kegiatan ini juga menghasilkan bakteri yang paling efektif dalam menekan dampak frost bagi tanaman. Yaitu PGMJ 1 (asal Kemlandingan Gunung), dan A1 (asal Anggrek Vanda sp.), keduanya dengan tingkat keefektifan 66.67%.