Benarkah Olahraga Membantu Pertahankan Kenangan Berharga?
Klikhijau.com – Yang tertinggal dari masa lalu hanyalah kenangan. Ia menjadi hal paling berharga dimiliki seseorang dari masa lalunya. Tak bisa dirampas atau dimiliki orang lain. Kenangan memiliki...
Klikhijau.com – Yang tertinggal dari masa lalu hanyalah kenangan. Ia menjadi hal paling berharga dimiliki seseorang dari masa lalunya. Tak bisa dirampas atau dimiliki orang lain.
Kenangan memiliki banyak wajah. Ia bisa menjadi momok menakutkan, juga bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi seseorang.
Selama seseorang memiliki ingatan, ia tak akan terpisah dari kenangannya. Ada kenangan yang receh saja, akan teringat pada momen tertentu saja. Ada pula kenangan yang memang bebal. Mengikut ke mana pun kaki melangkah.
Biasanya kenangan yang bebal itu, adalah kenangan yang sangat berharga atau penting bagi seseorang.
[irp]
Tentu tak ada yang ingin dan rela kehilangan kenangan berharganya. Karenanya, setiap orang memiliki cara menjaga dan merawat kenangannya, bisa melalui foto, video, buku harian atau bahkan gambar.
Namun, ada satu hal yang bisa dilakukan dalam rangka menjaga kenangan berharga agar tetap terawat di ingatan, yakni dengan olahraga atau berolahraga
Sahabat hijau tak salah baca, cara itu adalah olahraga. Klaim itu bukan sembarang klaim, tapi melalui sebuah studi baru yang dipimpin oleh University of Pittsburgh.
Para peneliti mengumpulkan dan menganalisis data dari lusinan eksperimen. Mereka menemukan bahwa olahraga dapat membantu orang dewasa yang lebih tua dalam mempertahankan memori episodik mereka.
Memori episodik adalah suatu memori tentang pengalaman-pengalaman sendiri. Pengalaman itu biasanya berhubungan dengan riwayat hidup.
Aktivitas olahraga mengacu pada kapasitas untuk mengingat kembali pengalaman pribadi. Pengalaman yang dimaksud adalah yang berisi informasi rinci tentang apa yang terjadi, kapan, dan di mana.
Ketika diminta untuk menggambarkan sifat memori episodik, "Saya biasanya suka berbicara tentang pertama kali Anda berada di belakang kemudi mobil,” Sarah Aghjayan, penulis utama studi tersebut.
[irp]
Dia menambahkan “Jadi, Anda mungkin ingat di mana Anda berada, berapa usia Anda, siapa yang duduk di kursi penumpang menjelaskan banyak hal kepada Anda, perasaan gembira itu,” kata ga mahasiswa doktoral di University of Pittsburgh itu.